Pemerintah Siapkan Mobil Listrik Nasional Target Produksi Massal Tahun 2028

Tangerang, 24 April 2026 – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat transisi energi dari bahan bakar fosil menuju energi baru terbarukan (EBT). Salah satu langkah strategis yang terus didorong adalah penguatan ekosistem industri kendaraan listrik nasional, yang dinilai menjadi kunci penting dalam membangun ekonomi hijau berkelanjutan di Indonesia.

Upaya tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan optimisme terhadap kemajuan industri kendaraan listrik dalam negeri. Pemerintah menilai, pengembangan kendaraan listrik bukan hanya kebutuhan masa depan, tetapi juga peluang besar untuk memperkuat daya saing industri nasional di tingkat global.

Baca juga: Pop Up Store Kobe 2026 Dorong Ekspor Fesyen Indonesia Tembus Rp17 Miliar

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah serius membangun industri kendaraan listrik secara menyeluruh. Pemerintah tidak hanya fokus pada sisi produksi, tetapi juga memperkuat pasar dengan memberikan sinyal permintaan yang jelas.

“Pemerintah serius membangun industri kendaraan listrik nasional secara menyeluruh. Kami tidak hanya mendorong sisi produksi, tetapi juga memberikan sinyal pasar yang kuat dengan menjadikan pemerintah sebagai early adopter bagi kendaraan listrik produksi dalam negeri,” ujar Menperin Agus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4).

Berdasarkan data Kemenperin, pasar industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia mengalami pertumbuhan eksponensial. Dalam lima tahun terakhir, tingkat pertumbuhan atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) tercatat lebih dari 140 persen. Angka ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat serta semakin kuatnya dukungan industri terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Tidak hanya itu, pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia juga terus mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2025, market share kendaraan listrik telah mencapai 21,71 persen. Angka tersebut terdiri dari Battery Electric Vehicle (BEV) sebesar 12,93 persen, Hybrid Electric Vehicle (HEV) sebesar 8,13 persen, dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebesar 0,65 persen.

Dari sisi produksi, kontribusi kendaraan berbasis listrik terhadap total produksi nasional juga menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, kontribusinya telah mencapai 11,1 persen. Menperin memperkirakan capaian ini akan terus meningkat pada 2026, seiring mulai beroperasinya sejumlah pabrikan baru yang mengikuti program insentif kendaraan listrik dalam skema Completely Built Up (CBU). Kehadiran pabrikan baru diharapkan mampu memperluas pilihan kendaraan listrik bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.

Penguatan industri kendaraan listrik nasional juga didukung ekosistem yang semakin terintegrasi dari hulu hingga hilir. Indonesia telah memiliki rantai pasok baterai kendaraan listrik yang lengkap, mulai dari refinery, produksi sel baterai, hingga recycling. Kondisi ini menjadi keunggulan besar yang tidak dimiliki banyak negara.

“Pemerintah juga terus memperkuat regulasi guna memberikan kepastian usaha bagi pelaku industri sekaligus mendorong adopsi kendaraan listrik di masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta pun menjadi faktor kunci dalam mempercepat pengembangan industri ini,” kata Agus.

Sejumlah produsen global dan nasional telah memperkuat investasi di Indonesia, seperti Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, SGMW Motors Indonesia, hingga Industri Baterai Indonesia. Hal ini memperlihatkan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai basis produksi kendaraan listrik di kawasan Asia.

Baca juga: Kemenperin Tegas Produk Tanpa Sertifikat SNI Akan Ditindak Dan Dimusnahkan

Selain itu, pemerintah juga tengah mempersiapkan pembentukan perusahaan untuk memproduksi mobil listrik nasional. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem kendaraan listrik dan ditargetkan dapat menghadirkan produksi massal mobil listrik nasional pada 2028.

Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, industri yang semakin terintegrasi, serta sinergi lintas sektor yang kuat, Indonesia diyakini mampu menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik global sekaligus mempercepat terwujudnya ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

spot_img