Tangerang, 23 April 2026 – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan pentingnya adaptasi digital bagi pelaku usaha di era modern, terutama bagi UMKM perempuan agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin dinamis. Hal tersebut disampaikan dalam pelatihan kekayaan intelektual (KI) dan pemasaran digital bertajuk “Waktunya STARt! #JualanNyaman Spesial Hari Kartini”, yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan bersama Tokopedia dan TikTok Shop di Jakarta, Rabu (22/4).
Menurut Wamendag Roro, UMKM tidak cukup hanya hadir secara daring, tetapi harus mampu mengoptimalkan ekosistem digital agar produk lokal tetap relevan dan kompetitif, bahkan di pasar global. Ia menilai, kolaborasi pemerintah dengan platform digital menjadi faktor penting untuk mempercepat transformasi tersebut.
Baca juga: Belajar Dari Kasus Mama Khas Banjar Pemerintah Dorong Perlindungan UMKM
“Perubahan perilaku konsumen yang dinamis menuntut UMKM tidak hanya sekadar hadir secara daring, tetapi juga mampu mengoptimalkan ekosistem digital demi menjaga relevansi dan daya saing produk lokal di pasar global,” ujar Wamendag Roro.
Melalui program pelatihan ini, Kementerian Perdagangan ingin memastikan UMKM perempuan semakin siap dan percaya diri dalam memanfaatkan peluang pasar niaga elektronik atau e-commerce. Selain menjadi ruang pembekalan promosi dan strategi pemasaran, program ini juga diharapkan menjadi wadah pendampingan serta inspirasi bagi sesama perempuan pengusaha untuk terus berinovasi.
Wamendag Roro menekankan bahwa kontribusi UMKM sangat besar terhadap ekonomi nasional, yakni mencapai 61 persen terhadap PDB nasional dan menyerap 97 persen tenaga kerja nasional. Dalam struktur UMKM, sekitar 37 juta pelaku usaha atau 64,5 persen dikelola perempuan, sehingga pemberdayaan UMKM perempuan dinilai strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.
“Ini menunjukkan bahwa pelaku usaha perempuan memegang peran kunci dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Saat UMKM perempuan naik kelas, maka kita sedang memperkuat fondasi utama ekonomi Indonesia secara nyata,” tegasnya.
Ia menambahkan, tantangan terbesar UMKM saat ini adalah kemampuan beradaptasi dengan cepatnya perkembangan ekonomi digital. Promosi tidak lagi bisa mengandalkan cara konvensional, melainkan perlu memadukan inovasi seperti media sosial, kolaborasi dengan afiliator, serta pemanfaatan konten kreatif. Selain itu, literasi perlindungan kekayaan intelektual juga menjadi aspek penting untuk menjaga keberlanjutan usaha.
Pemerintah, lanjutnya, terus berkolaborasi meningkatkan kompetensi UMKM melalui berbagai fasilitas seperti klinik pemasaran dan klinik desain di Indonesia Design Development Center (IDDC). Di sisi lain, pemerintah juga memperluas akses pasar internasional melalui perjanjian dagang di kawasan strategis seperti Uni Eropa, Amerika Latin, Eurasia, dan ASEAN.
Transformasi digital UMKM juga didorong melalui pengenalan AI, program business matching bersama kreator konten, serta pemanfaatan momentum Harbolnas untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Vonny Ernita Susamto, menegaskan bahwa di era discovery e-commerce, kepemilikan KI dan kemampuan membuat konten digital menjadi kunci agar pelaku usaha nyaman dan aman dalam menjalankan bisnis.
“Melalui integrasi platform kami, kami terus memperkuat perlindungan KI dan mempermudah akses berusaha seperti NIB dan sertifikasi halal,” ujarnya.
Baca juga: Kemenperin Tegas Produk Tanpa Sertifikat SNI Akan Ditindak Dan Dimusnahkan
Salah satu peserta, Nurkamala, Founder Fashters asal Tangerang, berharap pelatihan ini dapat meningkatkan visibilitas dan trafik toko daringnya melalui strategi konten serta optimalisasi fitur live streaming. Sementara itu, Meida Lestari, pendiri Dapur Mami Kikas, mengaku mendapatkan wawasan penting tentang perlindungan KI serta pembuatan konten video menarik untuk promosi daring.
Dengan kolaborasi pemerintah dan platform digital, Kementerian Perdagangan optimistis UMKM perempuan dapat naik kelas, memperluas pasar, serta mendorong dampak ekonomi yang lebih luas melalui penciptaan lapangan kerja baru.


