Tangerang, 24 April 2026 – Produk fesyen dan aksesori asal Indonesia kembali membuktikan daya saingnya di pasar internasional. Dalam ajang Pop Up Store Kobe-Jepang 2026, produk kreatif Tanah Air berhasil mencatat potensi transaksi sebesar USD 1 juta atau setara Rp17 miliar. Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa industri fesyen Indonesia semakin dipercaya di pasar Jepang yang dikenal selektif serta memiliki standar kualitas tinggi.
Ajang promosi tersebut berlangsung pada 15–21 April 2026 di Kobe, Jepang. Potensi transaksi USD 1 juta itu ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Dan Liris dari Indonesia dan Bee-First Co., Ltd dari Jepang pada Jumat, 17 April 2026. Penandatanganan MoU ini turut disaksikan secara daring oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi dan Konsul Jenderal RI di Osaka John Tjahjanto, serta secara langsung oleh Kepala ITPC Osaka Didit Akhdiat Suryo.
Baca juga: Transformasi UMKM Nasional Kementerian UMKM Fokus Pemanfaatan AI
Puntodewi menegaskan, capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa produk Indonesia semakin diterima di pasar global. Ia menyebut, hasil tersebut menunjukkan produk kreatif Indonesia mampu bersaing, terutama di segmen yang membutuhkan kualitas serta desain tinggi.
Partisipasi Indonesia dalam Pop Up Store Kobe-Jepang 2026 merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kemendag melalui ITPC Osaka dengan KJRI Osaka. Sebanyak 16 jenama Indonesia turut berpartisipasi melalui Paviliun Indonesia bertema “Spring 2026: Indonesia Fashion and Cultural Promotion Event in Kobe-Japan”.
Ke-16 jenama tersebut terdiri atas lima brand aksesori yaitu Kay Leather, Shamara, Miumosa, Malva, dan Long Story Short. Untuk perhiasan ada Komang Tri Kreasi dan Manika Jewelry. Sementara jenama fesyen yang tampil meliputi Prosa Archive, Kain Ibu, Neu Men, Dama Kara, Aruna Creative, Rosita Batik Shibori, Tieka Huza, Dan Liris, dan JS Cultura. Seluruh produk menonjolkan desain modern dengan sentuhan budaya Indonesia sebagai nilai jual utama.
Konsul Jenderal RI di Osaka, John Tjahjanto, menyatakan bahwa KJRI Osaka siap mendukung promosi produk Indonesia sebagai bagian dari penguatan diplomasi ekonomi. Sementara Kepala ITPC Osaka, Didit Akhdiat Suryo, menekankan pentingnya promosi yang terarah dengan pendekatan storytelling untuk membangun koneksi emosional dengan konsumen Jepang.
CEO PT Dan Liris, Michelle Tjokrosaputro, menyampaikan kerja sama ini membuka peluang ekspansi besar karena Jepang merupakan pasar yang sangat selektif. Kolaborasi dengan mitra lokal dinilai penting agar produk yang dipasarkan sesuai standar dan preferensi konsumen Jepang.
Selain pameran, promosi juga diperkuat melalui peragaan busana di Sannomiya Central Street pada Minggu, 19 April 2026, yang diperkirakan dikunjungi 100 ribu orang. Sebanyak 39 model Jepang menampilkan 230 koleksi produk Indonesia, menjadikannya salah satu promosi paling masif di ruang publik Kobe.
Baca juga: UMKM Perempuan Jadi Kunci Ekonomi Nasional Wamendag Tekankan Adaptasi Digital
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan bisnis ke perusahaan tekstil Jepang serta seminar strategi pemasaran digital pada 21 April 2026, untuk membekali pelaku usaha Indonesia memahami tren konsumen Jepang.
Sebagai mitra dagang utama, perdagangan Indonesia-Jepang pada 2025 mencapai USD 32,08 miliar, dengan ekspor Indonesia sebesar USD 17,61 miliar. Jepang juga menjadi tujuan ekspor terbesar kedua sektor TPT Indonesia, memperkuat peluang industri fesyen nasional untuk terus berkembang di pasar global.


