Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Inklusif Lewat Penguatan IKM Pangan Sleman

Tangerang, 28 April 2026 – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat komitmennya dalam mempercepat pertumbuhan wirausaha industri baru melalui pengembangan sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM), terutama bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Langkah ini menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Sebagai bentuk nyata dukungan tersebut, Kemenperin menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Pangan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 14–16 April 2026. Program ini difokuskan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam aspek manajerial, pengembangan produk, hingga memperluas akses pasar.

Baca juga: MoreFood Expo 2026 Kolaborasi Supplier Global dan Pelaku Usaha Indonesia

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah terus memperluas program pembinaan, fasilitasi, serta pendampingan teknis agar pelaku IKM lebih siap menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat. Selain itu, sinergi lintas kementerian terus diperkuat guna membangun ekosistem industri nasional yang berkelanjutan sekaligus melahirkan wirausaha baru dari kelompok masyarakat rentan.

“Pemerintah berkomitmen memastikan setiap program penumbuhan wirausaha baru industri berjalan tepat sasaran melalui pemanfaatan data yang akurat dan terintegrasi, sehingga mampu mendorong lahirnya wirausaha baru yang mandiri, khususnya bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (27/4).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyebut Bimtek tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan keberlanjutan usaha para peserta. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya mendorong masyarakat memulai usaha, tetapi juga membangun kemampuan untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor IKM mendominasi 99,79 persen dari sekitar 4,4 juta unit usaha industri di Indonesia. Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ini menyerap 65,52 persen dari total 20,26 juta tenaga kerja industri nasional. Selain itu, kontribusi IKM terhadap output industri mencapai 21,01 persen dan menyumbang 3,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

“Data tersebut menunjukkan bahwa sektor IKM merupakan tulang punggung industri nasional yang memiliki peran penting dalam penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan,” kata Reni.

Baca juga: Pop Up Store Kobe 2026 Dorong Ekspor Fesyen Indonesia Tembus Rp17 Miliar

Sementara itu, Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi menjelaskan bahwa kegiatan selama tiga hari ini diikuti oleh 25 peserta. Mereka mendapatkan materi seperti pembukuan sederhana, pemahaman kekayaan intelektual, desain merek dan kemasan, serta pelatihan digital marketing termasuk pembuatan akun e-commerce dan konten promosi.

Peserta juga memperoleh pendampingan dari instruktur berpengalaman, disertai dukungan fasilitas berupa starter kit, sertifikat, dan bantuan operasional. Kemenperin berharap pelaku wirausaha pangan di Sleman dapat tumbuh menjadi usaha mandiri, kompetitif, serta mampu memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

spot_img