Tangerang, 09 September 2025 – Di tengah cepatnya arus digitalisasi, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut untuk semakin adaptif terhadap teknologi. Penggunaan website dan aplikasi digital kini tak lagi menjadi pelengkap, melainkan menjadi bagian penting dalam strategi bisnis. Tidak hanya untuk promosi, platform digital mampu memperkuat identitas usaha, meningkatkan kredibilitas, memperluas pasar, hingga mempermudah proses transaksi.
Sayangnya, peluang besar ini masih dihadang berbagai tantangan. Banyak UMKM yang menghadapi kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia (SDM), kurangnya literasi digital, serta biaya pengembangan teknologi yang dianggap mahal.
Baca juga: Kemendag Terbuka Evaluasi Kebijakan Impor Permendag 2025
Menurut Ismail Mohidin, Direktur Politeknik Gorontalo sekaligus seorang pengembang perangkat lunak, ada dua masalah utama yang dihadapi UMKM: keterbatasan biaya dan kebutuhan spesifik usaha yang beragam. Ia menilai bahwa program bantuan dari pemerintah dan BUMN selama ini masih terlalu umum dan belum menyentuh kebutuhan teknis UMKM secara langsung.
“Karena itu, saya membagi solusi menjadi dua pendekatan: online dan offline. Untuk UMKM dengan pendapatan di atas Rp2 juta, saya sarankan menggunakan website dan aplikasi. Namun, bagi usaha dengan penghasilan lebih kecil, cukup menggunakan handphone agar tetap efisien dan sesuai kemampuan,” jelas Ismail.
Pendekatan ini dianggap lebih realistis karena menyesuaikan kapasitas finansial dan kesiapan digital tiap pelaku usaha. Selain itu, Ismail juga menekankan pentingnya literasi digital. Menurutnya, adaptasi teknologi bukan sekadar bisa menggunakan aplikasi, tetapi juga tentang bagaimana membangun profil usaha yang kredibel dan profesional.
Baca juga: Gula PG Rejosari Magetan Tak Laku Terjual, Stok Capai 5.000 Ton
“Profil usaha yang jelas dan terpercaya akan meningkatkan kepercayaan pelanggan, baik di pasar lokal maupun global,” tambahnya.
Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan teknologi, UMKM Indonesia memiliki peluang besar untuk naik kelas dan bersaing di era ekonomi digital.


