Tangerang, 14 Januari 2026 – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor krusial dalam menjaga keutuhan ekosistem bisnis digital, khususnya transportasi online, sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Ekosistem ini dinilai memiliki peran strategis dalam menopang aktivitas ekonomi rakyat serta memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Menteri Maman saat memberikan sambutan dalam acara Grab untuk Indonesia: Dukungan untuk Mitra Pengemudi dalam 3 Babak yang digelar di Jakarta, Selasa (13/1). Ia menyebut keterlibatan berbagai kementerian dan lembaga merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan kesejahteraan para mitra pengemudi transportasi online.
Baca juga: Insentif PPN DTP Hingga 2026 Jadi Motor Penggerak Sektor Properti Nasional
“Keterlibatan Kementerian UMKM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta BPJS Ketenagakerjaan dalam program ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan para mitra pengemudi transportasi online di seluruh Indonesia memiliki kehidupan yang lebih baik, sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi,” ujar Menteri Maman.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki kepentingan untuk terus memantau perkembangan sektor transportasi online, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemantauan ini diperlukan agar kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat optimal, tidak hanya bagi mitra pengemudi, tetapi juga bagi masyarakat luas dan pelaku UMKM yang bergantung pada layanan digital.
Menurut Menteri Maman, transportasi online kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem UMKM nasional. Kehadirannya membantu pelaku usaha menjangkau konsumen di luar batas geografis, mempermudah proses pemesanan, serta mempercepat distribusi produk. Dampaknya, volume penjualan UMKM meningkat dan roda ekonomi daerah dapat terus bergerak.
Data Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2024 mencatat sekitar 27 juta UMKM di Indonesia telah bertransformasi ke dalam ekosistem digital melalui pemanfaatan media sosial dan marketplace. Transformasi ini tidak hanya mendukung pemasaran, tetapi juga mengoptimalkan operasional bisnis, mulai dari logistik hingga layanan pelanggan.
Namun demikian, Menteri Maman menekankan bahwa keberlanjutan ekosistem digital harus diimbangi dengan perlindungan yang memadai bagi para mitra pengemudi. Dalam hal ini, BPJS Ketenagakerjaan memiliki peran strategis untuk melengkapi berbagai program perlindungan yang disediakan oleh perusahaan transportasi online.
“Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan memberikan rasa aman bagi para mitra. Rasa aman inilah yang menjadi fondasi hubungan yang sehat dan strategis antara mitra pengemudi dengan platform,” tegasnya.
Menteri Maman juga menegaskan posisi Kementerian UMKM yang tidak berpihak pada salah satu pihak, baik perusahaan transportasi online, mitra pengemudi, maupun merchant. Pemerintah, kata dia, berperan menjaga keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.
Baca juga: Wamendag Dorong Ekspor Rempah Indonesia Ke Pasar Pakistan
“Pemerintah memandang ketiga pihak tersebut sebagai satu rangkaian yang tidak terpisahkan. Keseimbangan ekosistem harus terus dijaga karena model bisnis ini memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan ekosistem usaha lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pandangan tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat persetujuan. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan ekosistem transportasi online demi mewujudkan ekonomi digital Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.


