PLN dan Pelanggan Besar Bersinergi Lewat Renewable Energy Certificate untuk Energi Berkelanjutan

Tangerang, 08 Agustus 2025 – PT PLN (Persero) semakin memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih dengan memperluas layanan Green as a Service (GEAS) Renewable Energy Certificate (REC). Layanan listrik hijau berbasis energi baru terbarukan (EBT) ini berhasil mencatat pertumbuhan minat pelanggan hingga mencapai 13,68 terawatt hour (TWh) pada Juni 2025, tumbuh 14% secara tahunan (YoY) dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa REC adalah solusi inovatif bagi pelaku industri dan bisnis untuk mendapatkan listrik ramah lingkungan secara transparan, akuntabel, dan diakui secara internasional. “Kami berkomitmen menyediakan listrik hijau 100% dari pembangkit EBT melalui REC untuk meningkatkan daya saing industri,” ujarnya.

Baca juga: Teknologi Ramah Lingkungan dan Literasi Publik Jadi Fokus di Forum IGC 2025 ITB

Sejak diluncurkan pada 2020, penjualan REC terus melesat. Data menunjukkan peningkatan dari 308.610 MWh di 2021 menjadi 1,76 juta MWh pada 2022, lalu naik menjadi 3,54 juta MWh pada 2023 dan 5,38 juta MWh pada 2024. Pada semester pertama 2025, penjualan REC sudah mencapai 2,69 juta MWh, menandakan tren positif yang berkelanjutan.

PLN mengoperasikan 10 pembangkit EBT utama yang memasok listrik hijau untuk pelanggan REC, seperti PLTP Kamojang, PLTP Ulubelu, PLTA Cirata, hingga PLTA Saguling dan PLTM Lambur. Sejumlah perusahaan besar telah menjadi pelanggan REC PLN, termasuk Nike, PT HM Sampoerna, PT Cheil Jedang Indonesia, dan PT Ajinomoto Indonesia.

Baca juga: UMKM Kota Tangerang Didorong Go Digital dan Tembus Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah

Imron Hamzah, Head ID SMS Department PT HM Sampoerna, menyatakan bahwa kerja sama dengan PLN selama tiga tahun memperkuat komitmen perusahaan dalam efisiensi energi dan keberlanjutan. Sementara itu, Khamdi, General Manager PT Inecda Plantation, mengapresiasi REC sebagai langkah konkret menuju pembangunan berkelanjutan dan penerapan prinsip ESG.

PLN menawarkan harga kompetitif untuk REC, yaitu Rp35.000 per unit (1.000 kWh), sehingga layanan ini menjadi pilihan strategis bagi industri yang ingin menggabungkan peningkatan daya saing dengan kepedulian lingkungan.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

spot_img