Investasi di Indonesia Tumbuh Pesat di Sektor Hijau dan Digital

Tangerang, 16 Desember 2024 – Indonesia kembali mempertegas posisinya sebagai pusat investasi global melalui acara bergengsi Exclusive Dialogue: Mapping Indonesia Investment Trend 2025 yang berlangsung di Singapura pada Jumat, 6 Desember 2024. Forum ini diinisiasi oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura. Acara ini menjadi wadah penting bagi para pelaku usaha dan pemangku kebijakan untuk mengeksplorasi peluang investasi strategis di sektor energi hijau, hilirisasi komoditas, serta transformasi digital. Lebih dari 100 partisipan turut hadir untuk berdiskusi mengenai potensi dan tantangan investasi di Indonesia.

Dalam pidato utama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa realisasi investasi Indonesia pada periode Januari hingga September 2024 telah mencapai 76,45% dari target tahunan, serta menciptakan lebih dari 1,8 juta lapangan kerja baru. Rosan juga menyoroti potensi besar sektor energi terbarukan Indonesia yang diperkirakan mencapai 3.700 gigawatt. Ia menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk memperkuat ketahanan energi, pangan, dan hilirisasi komoditas strategis, yang menjadi fokus utama Indonesia.

Baca juga: Investasi Kemitraan UMKM Tembus Rp39 Triliun Tahun Ini

Indonesia, dengan cadangan nikel terbesar di dunia yang mencapai 42% dari total cadangan global, serta potensi rumput laut yang mencapai 28% dari potensi global, memiliki posisi strategis untuk memimpin pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik dan industri berbasis kelautan. Keunggulan ini diperkuat oleh rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5% dalam beberapa tahun terakhir, menjadikannya salah satu negara dengan performa ekonomi yang unggul di dunia.

Rosan juga menekankan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan daya saing global Indonesia. “Pendidikan membuka potensi penuh sumber daya manusia Indonesia dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Fokus pada pengembangan SDM adalah langkah vital dalam mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan,” ujar Rosan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, H.E. Suryopratomo, turut menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% selama masa pemerintahan baru. Fokus utama pembangunan Indonesia akan diarahkan pada transformasi ekonomi digital, percepatan ekonomi hijau, serta penguatan integrasi regional melalui kolaborasi internasional.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Singapura merupakan kontributor utama bagi Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia, dengan total investasi mencapai USD62,16 miliar dari tahun 2020 hingga September 2024. Sektor industri logam, transportasi, gudang, dan telekomunikasi, serta industri makanan menjadi sektor-sektor yang mendominasi investasi dari Singapura.

Baca juga: Peluang Produk Lokal Daikin di Pasar Domestik

Dengan berbagai potensi dan komitmen pemerintah Indonesia, negara ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai tujuan investasi yang strategis di kawasan Asia Tenggara, serta sebagai pemain utama dalam perkembangan ekonomi global.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

spot_img