Penurunan Fotosintesis Akibat Mikroplastik Berdampak pada Pangan

Tangerang, 03 April 2025 – Polusi mikroplastik yang sudah tersebar luas di seluruh dunia kini menunjukkan dampak yang lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya. Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh tim ilmuwan China mengungkapkan konsekuensi signifikan polusi mikroplastik terhadap fotosintesis, proses vital yang mendorong produktivitas primer di Bumi. Dampak ini dapat memengaruhi ketahanan pangan global, terutama tanaman pangan utama seperti beras, gandum, dan jagung.

Baca juga: Kemenpar Kolaborasi dengan BMKG Antisipasi Cuaca Ekstrem Lebaran 2025

Mikroplastik, partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter, telah mencemari berbagai ekosistem, mulai dari sedimen laut dalam hingga gletser di pegunungan. Meskipun dampak negatif mikroplastik terhadap lingkungan sudah banyak dibahas, dampaknya terhadap fotosintesis, yang sangat penting bagi kehidupan di Bumi, baru-baru ini menjadi fokus utama dalam penelitian.

Studi yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences ini melibatkan tim peneliti dari Institut Ilmu Tanah di Akademi Ilmu Pengetahuan China (ISSCAS) dan Universitas Nanjing. Peneliti melakukan analisis mendalam terhadap 3.286 pengamatan dari 157 studi sebelumnya. Dengan menggunakan meta-analisis dan teknologi pembelajaran mesin, mereka mengungkapkan penurunan fotosintesis yang terjadi akibat paparan mikroplastik pada tanaman darat, ganggang laut, dan ganggang air tawar.

Baca juga: Telkom Dukung UMKM untuk Maju di Era Digital melalui Entrepreneur Hub 2025

Hasil penelitian menunjukkan penurunan fotosintesis sebesar 7,05% hingga 12,12% yang diakibatkan oleh mikroplastik. Penurunan tersebut diperkirakan setara dengan pengurangan produktivitas tanaman pangan global sebesar 4,11% hingga 13,52% setiap tahun, yang tentunya mengancam ketahanan pangan dunia. Dalam ekosistem akuatik, gangguan fotosintesis yang disebabkan oleh mikroplastik juga mengurangi produktivitas primer bersih sebesar 0,31% hingga 7,24%.

Profesor Dang Fei dari ISSCAS mengungkapkan, “Temuan ini menggarisbawahi bahwa mikroplastik merupakan ancaman tersembunyi yang dapat terus mengancam ketahanan pangan global.” Tim peneliti juga menyarankan pengurangan polusi mikroplastik sebesar 13% dapat mengurangi kehilangan fotosintesis sekitar 30%, yang menunjukkan pentingnya upaya mitigasi terhadap polusi plastik.

Studi ini menjadi pengingat akan kebutuhan mendesak untuk mengatasi polusi mikroplastik dengan cara yang lebih komprehensif, serta mengintegrasikan strategi mitigasi polusi dalam kebijakan keberlanjutan dan ketahanan pangan. Para peneliti juga menyerukan lebih banyak pengumpulan data dan penelitian lapangan untuk memahami lebih lanjut mekanisme di balik gangguan fotosintesis yang disebabkan oleh mikroplastik.

Temuan ini memperlihatkan betapa mikroplastik tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan manusia melalui dampaknya terhadap ketahanan pangan dunia. Oleh karena itu, tindakan segera untuk mengurangi polusi plastik sangat diperlukan demi keberlanjutan bumi dan kesejahteraan umat manusia.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

spot_img