Tangerang, 09 April 2026 – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat promosi produk lokal dengan memanfaatkan momentum kegiatan berskala internasional. Salah satunya melalui partisipasi dalam rangkaian acara ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026 yang digelar di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, pada 5–8 April 2026.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menegaskan bahwa event internasional seperti APCS merupakan peluang strategis untuk memperluas akses pasar produk UMKM Indonesia hingga ke tingkat global.
Baca juga: Menuju ASEAN Recycling Summit 2026, Industri Daur Ulang Indonesia Siapkan Kolaborasi Besar
“Kegiatan berskala internasional seperti ASEAN Plus Cadet Sail ini merupakan peluang strategis untuk memperkenalkan produk pengusaha UMKM Indonesia ke pasar global. Kami mendorong pengusaha UMKM agar mampu bersaing dan tampil di panggung internasional,” ujar Temmy dalam keterangannya, Rabu (8/4).
Kegiatan APCS 2026 bertepatan dengan kedatangan KRI Bima Suci, kapal latih kebanggaan TNI Angkatan Laut, yang bersandar di Dermaga 104 Ujung Baru, Belawan. Pelabuhan Belawan menjadi lokasi singgah setelah sebelumnya kapal tersebut berangkat dari Tanjung Priok.
Selain menjalankan misi diplomasi maritim, keberadaan KRI Bima Suci turut membuka peluang besar bagi promosi produk lokal. Dalam kesempatan ini, Kementerian UMKM memfasilitasi area showcase bagi 10 pengusaha UMKM lokal di kawasan Kodaeral I Belawan. Produk yang ditampilkan meliputi sektor fesyen, aksesoris, hingga makanan dan minuman berbasis kearifan lokal yang merepresentasikan kekayaan budaya daerah sekaligus potensi ekonomi Sumatera Utara.
Temmy menambahkan, kolaborasi antara Kementerian UMKM dan TNI Angkatan Laut menjadi langkah sinergis dalam menciptakan ruang promosi inovatif melalui pemanfaatan infrastruktur publik.
Tak hanya di Belawan, promosi UMKM juga diperluas melalui Manasik Haji Akbar ke-15 di Asrama Haji Medan pada 6–8 April 2026. Kegiatan ini diikuti lebih dari 1.600 calon jemaah haji. Dalam acara tersebut, Kementerian UMKM memfasilitasi 10 pelaku usaha dari sektor makanan dan minuman, modest fashion, serta perlengkapan haji dan umrah.
Sinergi lintas lembaga diperkuat melalui kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah serta Bank Sumut untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat ekosistem UMKM.
Baca juga: IFEX 2026 Cetak Transaksi USD 300 Juta, Ribuan Buyer dari 86 Negara Serbu Pameran Furnitur Indonesia
Secara ekonomi, UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian Sumatera Utara dengan kontribusi 46,51 persen terhadap PDRB pada 2025. Dengan jumlah sekitar 2 juta unit usaha dan adopsi digital melalui QRIS yang telah menjangkau 1,4 juta pelaku UMKM, potensi pengembangan sektor ini dinilai sangat besar.
Ke depan, Kementerian UMKM berkomitmen mendorong hilirisasi komoditas unggulan seperti kopi, kakao, dan kelapa sawit guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal di pasar global. Melalui langkah ini, pemerintah optimistis UMKM Indonesia akan semakin kuat dan menjadi pemain aktif dalam perdagangan internasional.


