Tangerang, 22 Agustus 2025 – Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar bagi pelaku usaha kecil, salah satunya adalah pedagang sayur di Pasuruan. Salah seorang perempuan tangguh berhasil beradaptasi dan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital untuk menjual sayur secara online. Kini, usahanya meraih omset hingga Rp20 juta per hari.
Saat pandemi, penjualan sayur secara langsung turun drastis karena pelanggan enggan keluar rumah. Bahkan, hampir tiga karung sayur terbuang sia-sia karena tidak laku. Kondisi ini memaksa perempuan tersebut untuk berpikir kreatif agar bisnisnya tetap bertahan.
Baca juga: AIGIS 2025 Usung Ekosistem Industri Hijau, Dorong Emisi Nol dan Inovasi Berkelanjutan
Solusinya adalah membuka layanan pesan antar melalui media sosial seperti WhatsApp dan Instagram. Pelanggan bisa memesan sayur tanpa minimal pembelian, serta melihat kualitas produk lewat foto yang dikirimkan secara langsung. Langkah ini membuat pelanggan merasa nyaman dan tetap percaya membeli sayur secara online.
Selain itu, perempuan ini aktif memanfaatkan platform TikTok untuk memperluas jangkauan pemasaran. Strategi digital ini terbukti efektif, dengan banyak pesanan online masuk setiap hari. Bahkan, usahanya kini memasok sayur ke tiga restoran besar di wilayah Pasuruan.
Seiring perkembangan bisnis, dia juga menambah tenaga kerja hingga 12 karyawan untuk membantu proses pengemasan dan pengantaran. Omset harian pun meningkat dari ratusan ribu menjadi Rp8-10 juta, dan bisa tembus Rp20 juta saat hari besar seperti Idul Fitri dan Tahun Baru.
Baca juga: Industri Hijau Jateng Diakui Nasional, Panel Surya hingga Kawasan Ekonomi Jadi Sorotan
Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana berani berubah dan memanfaatkan teknologi dapat membuka peluang besar di masa sulit. Rencana ke depan, usaha sayur online ini akan memperluas toko dan membuka cabang baru untuk melayani lebih banyak pelanggan.
Inovasi, keberanian, dan semangat beradaptasi adalah kunci sukses bisnis di era digital, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil di Indonesia untuk mengembangkan usahanya menjadi global. Transormasi digital harus secepatnya diterapkan bagi para pelaku usaha atau UMKM lokal.