Tangerang, 05 Mei 2025 – Teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin berkembang pesat dan banyak pihak merasa khawatir bahwa AI dapat menggantikan pekerjaan manusia, khususnya di sektor yang berkaitan dengan pekerjaan administratif dan layanan pelanggan. Namun, Coach Rene Deriansyah, seorang ahli HR dan pengusaha, memberikan perspektif baru dalam menghadapinya. Ia menegaskan bahwa dengan pendekatan yang tepat, karyawan tetap bisa unggul dan tidak tergantikan oleh AI.
Dalam sebuah diskusi, Coach Rene menjelaskan bahwa AI dapat dianggap seperti “Einstein di garasi” yang dapat membantu manusia menjadi lebih pintar dan efisien. Namun, ia mengingatkan agar kita tidak hanya mengandalkan AI tanpa memanfaatkannya dengan maksimal. Keingintahuan dan kemampuan untuk menggunakan teknologi dengan bijak menjadi kunci dalam menghadapi ancaman AI. Menurutnya, “Jika kita terlalu memanfaatkan AI dan menggantungkan segala hal padanya, kita justru bisa menjadi kosong, kehilangan kreativitas dan inovasi.”
Baca juga: Desa Keliki Gianyar Menjadi Contoh Global dalam Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
Salah satu sektor yang kini mulai banyak menggunakan AI adalah proses rekrutmen. AI dapat menggantikan pewawancara manusia dalam beberapa tugas seperti mengidentifikasi kandidat yang tepat melalui wawancara virtual. Dalam penerapannya, AI memiliki keunggulan dalam menghindari bias yang sering muncul pada pewawancara manusia, serta mampu melakukan wawancara dengan jumlah yang lebih banyak dalam waktu singkat. Namun, Coach Rene menegaskan bahwa meski AI dapat menghemat waktu, elemen manusia tetap diperlukan untuk memberikan penilaian yang lebih mendalam, terutama dalam hal yang berkaitan dengan hubungan antarpribadi.
Di sisi lain, Coach Rene juga mengingatkan agar kita tidak mengalihkan sepenuhnya proses berpikir kepada AI. Ia menyarankan untuk memanfaatkan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti seluruh proses berpikir manusia. “Jangan outsource pikiran kalian kepada AI,” ujarnya. Alih-alih menggantungkan seluruh keputusan pada teknologi, karyawan harus terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan beradaptasi dengan perubahan.
Baca juga: Fesyen Upcycle ala Dara Baro Jadi Sorotan Internasional, Diundang ke Paris & Osaka
Untuk itu, Coach Rene mengajak setiap orang, terutama para pekerja muda dan mahasiswa, untuk belajar bagaimana memanfaatkan AI tanpa kehilangan esensi dari pembelajaran dan pengembangan diri. Ia juga menekankan pentingnya memiliki role model atau mentor yang dapat membimbing mereka dalam menggunakan teknologi dengan cara yang bijak.
Sebagai kesimpulan, meskipun AI membawa banyak manfaat, tetap ada banyak hal yang hanya bisa dilakukan oleh manusia. Karyawan yang ingin tetap relevan di era AI harus terus mengasah keterampilan berpikir kritis dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan pendekatan yang tepat, kita bisa menjadikan AI sebagai alat untuk menunjang kesuksesan, bukan sebagai ancaman bagi pekerjaan kita.


