Tangerang, 03 April 2025 – Bank DBS Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mendukung bisnis berkelanjutan di Indonesia. Melalui berbagai skema pembiayaan seperti Sustainability-Linked Loan (SLL) dan Green Loan, bank yang berfokus pada keuangan berkelanjutan ini sejalan dengan Roadmap Keuangan Berkelanjutan (RKB) yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam mendukung tujuan tersebut, DBS Indonesia tidak hanya menyediakan pendanaan, tetapi juga memberikan wawasan pasar dan dukungan dari jaringan luasnya di kawasan Asia.
Baca juga: Bioaditif Serai Wangi Arutmin Hemat Bahan Bakar dan Kurangi CO2
Kunardy Lie, Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, menjelaskan bahwa pembiayaan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) sangat penting untuk mendorong ekonomi berkelanjutan, serta mendukung Indonesia mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060. “Pembiayaan berbasis ESG adalah kunci untuk mendorong ekonomi berkelanjutan di Indonesia,” ujar Kunardy.
Salah satu bukti nyata komitmen DBS Indonesia adalah kemitraannya dengan PT TBS Energi Utama Tbk (TBS). DBS Indonesia bertindak sebagai penasihat keuangan tunggal dalam akuisisi 100 persen saham Sembcorp Environment Pte. Ltd. (SembEnviro) oleh TBS, yang merupakan langkah penting dalam ekspansi TBS di sektor pengelolaan limbah. Dicky Yordan, CEO TBS, menyatakan apresiasinya terhadap dukungan DBS, yang sebelumnya juga berperan dalam pembiayaan akuisisi Asia Medical Enviro Services senilai US$33 juta, serta pendanaan untuk adopsi sepeda motor listrik sebesar US$15 juta. “Dukungan DBS mempercepat visi bisnis berkelanjutan TBS,” kata Dicky.
Baca juga: E-Commerce Solusi Pemasaran Parsel Lebaran di Tengah Penurunan Penjualan
Selain itu, DBS Indonesia juga berhasil mencatatkan peningkatan yang signifikan dalam pendanaan terkait ESG. Pada periode 2024-2025, pendanaan ESG mengalami kenaikan sebesar 14,8 persen. Beberapa proyek besar yang didanai antara lain Sustainability-Linked Trade Facility (SLTF) senilai US$20 juta untuk PT Indo-Rama Synthetics Tbk, pendanaan sebesar Rp1,7 triliun untuk PT Princeton Digital Group, serta fasilitas pembiayaan sebesar Rp350 miliar untuk PT CJ Feed & Care Indonesia.
Komitmen DBS Indonesia dalam mendukung bisnis hijau dan berkelanjutan telah diakui secara global. Pada tahun 2024, DBS meraih penghargaan “Indonesia’s Best Bank for ESG” dalam ajang Euromoney Awards for Excellence 2024. Tidak hanya itu, DBS juga berhasil meraih penghargaan “World’s Best Bank for Sustainable Finance 2025” dari Global Finance. Penghargaan ini semakin memperkuat posisi DBS Indonesia sebagai mitra terpercaya dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Dengan keberhasilan ini, DBS Indonesia membuktikan bahwa peran aktif dalam mendukung bisnis yang berkelanjutan dapat menciptakan dampak positif baik bagi lingkungan, ekonomi, maupun masyarakat. Melalui berbagai pembiayaan berbasis ESG, DBS Indonesia terus menjadi pelopor dalam sektor keuangan yang ramah lingkungan dan mendukung keberlanjutan di Indonesia.