Tangerang, 03 April 2025 – Di usia muda, Muhammad Farid Prasetyo telah membuktikan bahwa kegigihan dan kreativitas dapat mengubah tantangan menjadi peluang. Pria yang kini berusia 21 tahun ini, memulai usaha souvenir dan pernikahan sejak berusia 16 tahun, tepatnya pada masa pandemi COVID-19. Meski tidak memiliki modal besar, Farid berhasil merintis usaha yang kini dikenal luas di Tulungagung.
Awal mula usaha Farid dimulai pada tahun 2020, ketika ia masih duduk di bangku kelas 1 SMK Negeri. Selama pandemi, sekolah dilaksanakan secara daring, dan Farid merasa perlu mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan. “Saat itu, banyak orang tua yang tidak bekerja dan kami juga mengalami kesulitan. Saya berpikir, usaha apa yang bisa dilakukan tanpa modal besar? Akhirnya, tercetuslah ide untuk menjalankan usaha souvenir,” ujar Farid.
Baca juga: Penurunan Fotosintesis Akibat Mikroplastik Berdampak pada Pangan
Dengan dukungan orang tua, Farid mulai membuat etalase kecil di rumah untuk menyimpan produk souvenir. Yang menarik, Farid memanfaatkan uang DP dari pelanggan untuk membeli bahan baku dan memproduksi barang, sehingga tidak memerlukan modal besar. Usahanya pun berkembang seiring berjalannya waktu, terutama saat momentum lebaran dan pernikahan.
Farid dan keluarganya bekerja bersama untuk memproduksi berbagai produk seperti seserahan, undangan, dekorasi pernikahan, dan souvenir lainnya. Tak lama kemudian, usaha ini mulai dikenal berkat media sosial yang menjadi sarana pemasaran utama. “Kami hanya memiliki satu foto produk, tapi berkat kreativitas dan kualitas yang kami tawarkan, usaha kami mulai viral,” tambah Farid.
Baca juga: Kemenpar Kolaborasi dengan BMKG Antisipasi Cuaca Ekstrem Lebaran 2025
Keberhasilan ini tidak datang tanpa tantangan. Salah satu masalah utama yang dihadapi Farid adalah persaingan harga. Namun, ia tetap berpegang pada prinsip untuk tidak menurunkan kualitas meski banyak pesaing yang menawarkan harga lebih murah. “Kami tetap optimis dan berusaha memberikan yang terbaik untuk pelanggan,” kata Farid.
Kini, setelah lima tahun berjalan, Farid bercita-cita membangun galeri besar untuk produk souvenir dan pernikahan yang lebih representatif. Ia juga aktif dalam mengajar tari di sekolah-sekolah dan terus berusaha mengembangkan bisnisnya untuk memajukan perekonomian lokal.
Bagi Farid, kunci kesuksesan adalah tekad, kerja keras, dan selalu mengedepankan kualitas dalam setiap produk yang dihasilkan. “Jangan pernah menurunkan harga dengan mengorbankan kualitas, karena itu dapat merusak perekonomian kita,” pesan Farid kepada para pengusaha muda di Tulungagung.
Dengan semangat yang tinggi, Farid membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk meraih sukses, bahkan di tengah pandemi yang penuh tantangan.