Ekspor Sarang Burung Walet Indonesia Capai USD 428 Juta

Tangerang, 21 Maret 2025 – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong ekspor sarang burung walet ke pasar global, khususnya Tiongkok. Pada Selasa (18/3), Kemendag menggelar acara prestisius China-Indonesia Bird’s Nest Trade Summit Forum 2025 di Auditorium Kemendag, Jakarta. Forum ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kemendag, Kedutaan Besar RI di Beijing, serta China Agricultural Wholesale Market Association (CAWA).

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menegaskan bahwa forum ini bertujuan untuk meningkatkan volume dan nilai ekspor produk sarang burung walet Indonesia ke Tiongkok, sekaligus membangun komunikasi efektif antara pelaku usaha kedua negara. “Indonesia adalah produsen terbesar sarang burung walet premium di dunia. Lewat forum ini, kami ingin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar sarang burung walet dunia,” ujar Mendag Budi.

Baca juga: Ekspor Kerapu Hidup CV Yong Fisheries Capai Puluhan Ribu Dolar

Data Kemendag menunjukkan bahwa Indonesia saat ini menjadi produsen sarang burung walet terbesar di dunia, dengan Tiongkok sebagai pasar utama. Pada tahun 2024, ekspor sarang burung walet Indonesia tercatat mencapai USD 428 juta. Menariknya, dari total impor sarang burung walet Tiongkok senilai USD 634,95 juta, hampir 70 persen di antaranya berasal dari Indonesia.

Mendag Budi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok demi menciptakan ekosistem perdagangan sarang burung walet yang berkelanjutan. “Kami berharap sinergi dengan asosiasi, eksportir, serta pemerintah daerah dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional,” tambahnya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyebutkan bahwa forum ini merupakan gelaran ketiga kalinya, setelah sukses diselenggarakan pada 2023 dan 2024 oleh Kementerian Pertanian. Ia juga menekankan forum ini sebagai sarana pertukaran informasi tren pasar, kebijakan, dan regulasi terkait sarang burung walet.

Sementara itu, Chairman CAWA, Ma Zengjun, berharap forum ini menjadi jembatan komunikasi antara pelaku usaha kedua negara, sekaligus merancang masa depan perdagangan sarang burung walet Indonesia-Tiongkok.

Baca juga: UMK Academy Bantu Mandiri Craft Bangkit di Tengah Krisis Global

Acara ini turut diisi dialog interaktif yang menghadirkan pemateri dari berbagai lembaga, termasuk Badan Karantina Indonesia, Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia, dan PEKIT. Para pemateri menegaskan pentingnya promosi standar keamanan pangan dan kualitas produk sarang burung walet Indonesia untuk meningkatkan daya saing di pasar global.

Forum ini diikuti oleh 30 pelaku usaha sarang burung walet Indonesia, 30 anggota CAWA dari Tiongkok, serta lima asosiasi sarang burung walet. Sebagai penutup, forum juga mengadakan sesi business matching untuk menjajaki kerja sama bisnis konkret antara kedua negara.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

spot_img