Tangerang, 21 Maret 2025 – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menggelar Bazar Ramadan 2025 untuk memenuhi kebutuhan Lebaran para pegawai serta masyarakat sekitar. Bazar yang dilaksanakan di Plasa Pameran Industri, Gedung Kemenperin, Jakarta, ini berlangsung selama empat hari, mulai 18 hingga 21 Maret 2025. Tidak hanya menjadi ajang belanja, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi produk-produk unggulan industri dalam negeri, khususnya dari sektor industri agro yang terus menunjukkan kinerja positif.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menyampaikan bahwa Bazar Ramadan ini merupakan bentuk kepedulian Kemenperin bersama para pelaku industri dalam membantu masyarakat mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Selain itu, bazar ini sejalan dengan arahan Presiden RI dalam menjaga ketersediaan bahan pangan selama hari besar keagamaan nasional.
Baca juga: UMK Academy Bantu Mandiri Craft Bangkit di Tengah Krisis Global
“Tahun ini ada 93 perusahaan yang berpartisipasi, meningkat dari tahun lalu sebanyak 80 perusahaan. Kami berharap peningkatan jumlah peserta ini turut meningkatkan total transaksi yang pada tahun lalu mencapai Rp1 miliar,” jelas Wamen Faisol Riza saat membuka acara, Selasa (18/3).
Produk-produk yang dijajakan meliputi berbagai kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, biskuit, roti, kopi, susu, cokelat, es krim, mi instan, produk olahan daging, hingga produk non-pangan seperti batik, kerajinan kulit, dan fesyen muslim. Produk makanan dan minuman menjadi komoditas yang paling dicari menjelang Lebaran.
Khusus untuk minyak goreng, Kemenperin telah menginstruksikan produsen untuk meningkatkan pasokan hingga dua kali lipat demi menjaga stabilitas harga. Pada bazar kali ini, tersedia minyak goreng terjangkau sebanyak 4.000 liter dari Sinarmas Group.
“Kami pastikan industri siap memasok kebutuhan masyarakat. Kasus penyalahgunaan takaran Minyakita yang sempat terjadi sudah ditindak tegas agar tidak terulang, demi melindungi konsumen dan menjaga reputasi pelaku usaha yang patuh aturan,” tegas Wamen Faisol.
Selain bazar, Kemenperin juga menyalurkan wakaf 2.000 Al-Quran hasil kerja sama dengan APP Group untuk masyarakat.
Baca juga: Produk Lokal Babel Makin Diminati di Bazar Ramadhan 2025
Industri makanan dan minuman terus menjadi sektor andalan, mencatat kontribusi 40,31 persen terhadap PDB industri non-migas dan 6,92 persen terhadap PDB nasional pada 2024. Nilai ekspor sektor ini mencapai USD 41,45 miliar dengan neraca perdagangan positif USD 24,37 miliar, serta investasi mencapai Rp110,57 triliun.
Bazar Ramadan Kemenperin 2025 tak hanya membantu masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi produk dalam negeri di pasar nasional.