Strategi UMKM BISA Ekspor Capai Target Ekonomi 8 Persen

Tangerang, 20 Maret 2025 – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen. Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi panel bertajuk “Pahlawan Ekonomi Bangsa: Kekuatan UMKM Mendorong Pertumbuhan Ekonomi 8%” yang digelar di Jakarta, Senin (17/3).

Dalam paparannya, Mendag Budi Santoso menggarisbawahi tiga program prioritas Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menjadi strategi utama: Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Peningkatan UMKM BISA Ekspor (Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor).

Baca juga: Fatimah Ungkap Cara UMKM Bertahan Lewat Digitalisasi

“Tiga program prioritas ini saling terkait erat dengan pengembangan UMKM sebagai kunci dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen,” ujar Mendag Budi Santoso.

Ia menegaskan, UMKM perlu terus didorong untuk mengisi pasar dalam negeri serta memperluas pasar ekspor. Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri bertujuan agar UMKM mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik, sedangkan Perluasan Pasar Ekspor membuka akses pasar internasional bagi produk UMKM Indonesia. Sementara itu, UMKM BISA Ekspor difokuskan pada peningkatan kapasitas SDM, manajemen, produk, hingga pemasaran UMKM agar siap bersaing di pasar global.

Mendag juga menekankan pentingnya pendekatan ekosistem yang komprehensif, melibatkan aspek pembiayaan, logistik, rantai pasok, teknologi produksi, desain, hingga peran agregator. Kemendag memaksimalkan peran perwakilan perdagangan luar negeri, seperti Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan, untuk membantu UMKM memperluas jaringan. Sepanjang Januari 2025, tercatat 40 kegiatan pitching dan 32 business matching dengan total transaksi USD 5,22 juta. Pada Februari, terjadi 74 business matching senilai USD 3,55 juta.

Selain itu, digitalisasi juga menjadi perhatian utama. Kemendag aktif mendorong UMKM agar memanfaatkan platform digital dan e-commerce. Kolaborasi dengan perguruan tinggi serta komunitas UMKM pun terus diperkuat guna membentuk agregator pendamping UMKM.

Baca juga: AIGIS 2025 Momentum Penting Penguatan Industri Hijau

Mendag menambahkan, Indonesia perlu meningkatkan rasio kewirausahaan menjadi 10—12 persen demi menjadi negara maju. Saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia baru mencapai 3,4 persen.

Dalam acara tersebut, turut hadir sejumlah pejabat penting dan dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara PT SRC Indonesia Sembilan dengan Bulog, BRI, Pos Indonesia, serta Telkomsel. Hadir pula Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, serta jajaran pejabat Kemendag lainnya.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

spot_img