Kemenperin Bina Politeknik Dan SMK Vokasi Untuk Perkuat Tenaga Kerja Industri

Tangerang, 21 April 2026 – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus meningkatkan upaya dalam menyiapkan angkatan kerja yang kompeten dan mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun global. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperkuat program pendidikan vokasi industri, yang kini menjadi salah satu prioritas nasional pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap penguatan pendidikan vokasi sebagai fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri.

Baca juga: Perlengkapan Haji 2026 Gunakan Produk Lokal Kemenperin Perkuat Peran IKM

“Bapak Presiden menekankan bahwa pendidikan vokasi harus menjadi prioritas nasional agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun pasar global,” ujar Menperin Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/4).

Menperin menyampaikan, Kemenperin saat ini membina 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK vokasi industri. Unit pendidikan tersebut setiap tahunnya menghasilkan tenaga kerja industri yang siap kerja serta memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Mayoritas lulusan vokasi Kemenperin bahkan telah terserap di sektor industri, sementara sisanya memperoleh pekerjaan dalam waktu maksimal enam bulan setelah kelulusan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menambahkan bahwa lulusan pendidikan vokasi binaan Kemenperin dibekali kemampuan teknis yang kuat serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi industri yang terus bergerak cepat.

“Tingkat serapan lulusan ke industri pada tahun 2025 mencapai 68 persen sesaat setelah lulus, dan diproyeksikan mencapai 100 persen dalam waktu enam bulan setelah kelulusan,” ungkap Doddy.

Tingginya serapan lulusan tersebut turut meningkatkan minat masyarakat untuk mengikuti pendidikan vokasi industri Kemenperin. Hal ini tercermin dari data Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) tahun 2025, yang mencatat 82,8 ribu pendaftar untuk politeknik dan akademi komunitas serta 28,8 ribu pendaftar untuk SMK. Angka ini naik signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat sekitar 60 ribu pendaftar untuk politeknik dan akademi komunitas serta 23,5 ribu pendaftar SMK.

Melihat tingginya antusiasme tersebut, Kemenperin kembali membuka JARVIS 2026 guna memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk menempuh pendidikan vokasi industri.

“JARVIS Kemenperin merupakan sistem penerimaan peserta didik dan mahasiswa baru bagi politeknik, akademi komunitas, dan SMK di bawah naungan Kemenperin,” jelas Doddy.

Program JARVIS terdiri atas tiga jalur, yaitu JARVIS Bersama, JARVIS Mandiri, dan JARVIS Prestasi. JARVIS Bersama merupakan layanan pendaftaran terpadu yang dilakukan serentak oleh seluruh unit pendidikan Kemenperin.

Untuk tahun 2026, pendaftaran JARVIS Bersama bagi politeknik dan akademi komunitas dibuka pada 6 April–5 Juni 2026, sedangkan untuk SMK berlangsung pada 6 April–15 Mei 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi jarvis.kemenperin.go.id.

Baca juga: Revitalisasi Dapur SPPG Bandung Jadi Bukti Nyata Dukungan UMKM Untuk Program MBG

Sementara itu, JARVIS Mandiri dan JARVIS Prestasi dilaksanakan oleh masing-masing unit pendidikan dengan jadwal yang ditentukan internal kampus atau sekolah.

Kemenperin menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran JARVIS tidak dipungut biaya, sedangkan biaya pendidikan selama masa studi mengikuti kebijakan masing-masing unit pendidikan. Dengan langkah ini, Kemenperin optimistis dapat mencetak SDM industri unggul yang siap menghadapi tantangan global.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

spot_img