Kemendag Ajak Eksportir Manfaatkan Peluang Pasar Global Di Tengah Krisis Dunia

Tangerang, 20 April 2026 – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar Forum Strategi Pengembangan Ekspor Nasional di Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (16/4). Melalui kegiatan ini, Kemendag mendorong pelaku usaha agar lebih adaptif dalam memanfaatkan peluang ekspor di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa peluang untuk memperluas pasar ekspor Indonesia masih terbuka lebar meski dunia sedang menghadapi berbagai tantangan geopolitik dan ekonomi. Menurutnya, kondisi global yang tidak menentu justru dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai pemasok dunia.

Baca juga: Perlengkapan Haji 2026 Gunakan Produk Lokal Kemenperin Perkuat Peran IKM

“Indonesia berpeluang besar untuk mengambil peran sebagai sumber pasokan global dan tampil sebagai kekuatan ekspor di tengah ketidakpastian dunia. Setiap krisis menghadirkan peluang, kita perlu mendorong bersama upaya untuk meraih serta memanfaatkannya secara optimal,” ujar Puntodewi dari Jakarta, Jumat (17/4), menanggapi pelaksanaan forum.

Senada dengan itu, Sekretaris Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Arief Wibisono, mengingatkan bahwa dinamika global seharusnya tidak dilihat sebagai hambatan. Ia menilai pelaku usaha harus mampu membaca perubahan situasi internasional sebagai peluang untuk memperkuat kinerja ekspor nasional.

“Dinamika global jangan dilihat sebagai penghalang, melainkan sebuah kesempatan. Untuk meraih kesempatan tersebut, maka pelaku usaha perlu siap, adaptif, dan mampu memanfaatkan peluang ekspor sekaligus mendorong peningkatan kinerja ekspor nasional,” kata Arief.

Forum ini diikuti oleh 75 pelaku usaha berorientasi ekspor dari Provinsi Jawa Timur, serta dihadiri berbagai asosiasi dan instansi terkait. Kemendag menghadirkan tiga narasumber utama, yakni perwakilan Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Ricky Rinaldi, perwakilan Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Iska Huberta, serta Tenaga Teknis Implementasi Hasil-Hasil Perjanjian Internasional Export Center Surabaya Aksamil Khair.

Melalui forum tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai peluang pasar global, program pengembangan ekspor, hingga strategi memperkuat kolaborasi guna meningkatkan daya saing produk unggulan daerah. Kegiatan ini juga menjadi wadah business networking untuk memperluas akses pasar internasional.

Perwakilan Export Center Surabaya (ECS), Aksamil Khair, menyambut baik forum ini karena membuka ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan pelaku usaha. Ia menyebut sesi diskusi menjadi sarana penting untuk menemukan solusi atas hambatan ekspor.

“Melalui sesi diskusi, pelaku usaha menyampaikan berbagai permasalahan untuk memperoleh klarifikasi dan solusi untuk menjalankan dan mengembangkan ekspor,” ujarnya.

Salah satu peserta forum, pemilik CV Haza Food Muhammad Zainudin, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai forum membantu pelaku usaha memahami regulasi ekspor sekaligus strategi adaptif menghadapi kondisi pasar, khususnya Timur Tengah yang terdampak konflik.

Baca juga: Wamendag Roro Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Ekspansi Waralaba

“Kami memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai regulasi ekspor yang harus dipenuhi sekaligus strategi dalam menyiasati pasar Timur Tengah yang tengah terdampak konflik. Forum ini membantu kami mengatur langkah agar ekspor dapat terus berjalan di tengah situasi yang dinamis,” ujar Zainudin.

Kemendag berharap forum ini dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat kesiapan eksportir nasional serta memperluas kontribusi daerah terhadap pertumbuhan ekspor Indonesia.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

spot_img