Tangerang, 03 April 2025 – Menjelang musim libur Lebaran 2025, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia mengimbau seluruh pelaku industri untuk mempersiapkan langkah mitigasi guna mengantisipasi potensi kepadatan di destinasi wisata favorit serta perubahan cuaca ekstrem, terutama di daerah rawan bencana. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para wisatawan selama liburan.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, menyampaikan bahwa Kemenpar telah mengeluarkan surat imbauan terkait risk assessment untuk mempersiapkan destinasi wisata dengan tingkat kerawanan tinggi. Ia menambahkan, Kemenpar juga bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta berbagai stakeholder terkait untuk menghadapi tantangan ini. “Kami sudah mengeluarkan surat edaran untuk memastikan penyelenggaraan pariwisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan di seluruh Indonesia,” ujarnya, Jumat (28/3/2025).
baca juga: Telkom Dukung UMKM untuk Maju di Era Digital melalui Entrepreneur Hub 2025
Sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, Kemenpar juga mengembangkan platform Sisparnas (Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional). Platform ini mencakup micro site mengenai manajemen krisis serta kolaborasi dengan BMKG untuk memberikan informasi cuaca real-time di berbagai destinasi wisata. Hariyanto menjelaskan, platform ini memungkinkan wisatawan dan pengelola destinasi untuk mengetahui kondisi cuaca secara terkini.
Selain itu, Kemenpar juga bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dalam membentuk Posko Angkutan Lebaran 2025. Posko ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait, seperti ASDP, Injourney, dan BMKG, untuk memantau pergerakan wisatawan dan memastikan kelancaran transportasi selama musim liburan.
baca juga: Cara Digitalisasi Membantu UMKM Menghadapi Tantangan Supply Chain
Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenpar, Fadjar Hutomo, menambahkan bahwa kementerian juga memantau potensi bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, serta erupsi vulkanik di destinasi wisata yang berada di kawasan rawan bencana. Ia menyebutkan bahwa Kemenpar berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memberikan informasi terkini mengenai risiko vulkanik.
Dalam hal ini, Kemenpar juga mengingatkan pentingnya penerapan protokol Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) yang tetap relevan dalam situasi saat ini. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, menyampaikan bahwa industri pariwisata harus terus mengimplementasikan protokol CHSE untuk memastikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.
Proyeksi pergerakan masyarakat pada Libur Lebaran 2025, menurut Kementerian Perhubungan, diperkirakan mencapai 146 juta perjalanan. Dengan rata-rata pengeluaran wisatawan nusantara sebesar Rp2,57 juta per perjalanan, maka potensi perputaran ekonomi selama periode Lebaran diperkirakan mencapai Rp375,2 triliun.
Kemenpar berharap melalui persiapan mitigasi ini, sektor pariwisata Indonesia dapat tetap tumbuh dan berkembang dengan aman, nyaman, serta dapat mengantisipasi perubahan cuaca dan potensi bencana yang terjadi.