Fatimah Ungkap Cara UMKM Bertahan Lewat Digitalisasi

Tangerang, 20 Maret 2025 – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia dituntut untuk beradaptasi agar tetap eksis dan berkembang. Digitalisasi menjadi faktor utama yang memungkinkan UMKM bertahan dan bersaing dalam pasar yang semakin kompetitif. Salah satu contoh penerapan digitalisasi dalam UMKM dapat dilihat dari kisah sukses Fatimah, seorang pengusaha kue Lebaran asal Palu.

Sebelumnya, Fatimah mengandalkan metode penjualan konvensional, yakni melalui toko fisik dan pasar lokal. Namun, kini ia memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan instan untuk memasarkan produknya. “Ternyata banyak pelanggan yang lebih suka memesan secara online daripada datang langsung,” ungkap Fatimah, menggambarkan betapa besarnya perubahan yang terjadi pada pola belanja konsumen.

Baca juga: Kemkomdigi Dukung UMKM Muda dengan Transformasi Digital

Dengan hadirnya teknologi digital, pelanggan kini lebih mudah membeli produk tanpa harus datang langsung ke lokasi usaha. Hal ini memberikan kemudahan bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Meski demikian, digitalisasi juga membawa tantangan baru, terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Fatimah mengungkapkan bahwa ia harus terus mengikuti tren pasar dan mempelajari strategi pemasaran digital agar tetap bisa bersaing.

“Saya harus sering mengikuti tren dan belajar tentang pemasaran digital agar tetap bisa bersaing,” tuturnya. Hal ini menunjukkan pentingnya inovasi dan pemahaman terhadap teknologi untuk dapat terus berkembang di era digital. Semakin banyak UMKM yang mengadopsi teknologi digital, sektor ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional.

Baca juga: UMKM Indonesia Bidik Pasar China di CAEXPO 2025

Digitalisasi UMKM memberikan berbagai keuntungan, seperti efisiensi operasional, kemudahan transaksi, dan akses pasar yang lebih luas. Dengan demikian, pelaku usaha kecil dapat meraih pelanggan yang sebelumnya sulit dijangkau melalui saluran konvensional. Salah satu alat pemasaran yang paling efektif bagi UMKM saat ini adalah media sosial. Dengan strategi pemasaran yang tepat, produk UMKM dapat lebih dikenal dan menarik lebih banyak pelanggan potensial.

Namun, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi kesulitan dalam mengimplementasikan teknologi digital. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dari pemerintah melalui berbagai program pelatihan dan bantuan teknologi. Program ini dapat membantu pelaku usaha kecil untuk lebih siap menghadapi tantangan di era digital.

Dengan akses pasar yang lebih luas dan kemudahan dalam bertransaksi, UMKM yang mampu mengadopsi teknologi digital akan memiliki daya saing yang lebih kuat. Tidak hanya itu, inovasi dalam produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar menjadi kunci penting agar UMKM tetap bertahan dan berkembang.

Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi UMKM yang ingin sukses di era modern. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan platform digital, sangat penting untuk memastikan bahwa UMKM dapat memanfaatkan teknologi dengan maksimal, sehingga mereka dapat bersaing di pasar yang lebih luas dan mendukung perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

spot_img