Kadin Identifikasi Tantangan Utama dalam Investasi Energi Hijau

Tangerang, 03 Maret 2025 – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia baru-baru ini mengungkapkan empat tantangan utama yang dihadapi dalam investasi energi hijau di Indonesia. Tantangan ini harus segera diatasi agar tidak menghambat percepatan transisi energi menuju keberlanjutan di dalam negeri.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Investasi, Hilirisasi, dan Lingkungan Hidup Kadin Indonesia, Bobby Gafur Umar, menjelaskan bahwa tantangan pertama yang dihadapi adalah masalah kepastian hukum dan perbaikan regulasi. Salah satu kendala yang sering dihadapi oleh investor adalah ketidakstabilan regulasi yang terjadi akibat pergantian pemerintahan. Hal ini menyebabkan ketidakpastian hukum yang dapat menghambat iklim investasi.

Baca juga: ITMG Dukung Keberlanjutan Melalui Energi Terbarukan dan Teknologi Surya

Bobby berharap bahwa pemerintahan baru yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dapat segera memperbaiki berbagai masalah terkait dengan iklim investasi dan perizinan yang ada. “Kami melihat Bapak Presiden Prabowo Subianto sudah sangat tegas, dan beliau sudah memperlihatkan komitmennya untuk penegakan hukum. Untuk mengejar investasi, diperlukan kepastian hukum,” ungkap Bobby dalam acara Indonesia Green Energy Investment Dialogue yang digelar oleh Kadin dan Katadata Green pada Kamis (27/2/2025) di Jakarta.

Baca juga: Kemenperin Majukan IKM Lewat Majalah GEMA IKMA

Tantangan kedua adalah terkait dengan subsidi dan insentif, terutama di sektor ketenagalistrikan dan transportasi. Bobby menyoroti bahwa harga listrik yang dihasilkan dari energi baru terbarukan (EBT) lebih mahal dibandingkan dengan energi fosil. Hal ini menyebabkan ketimpangan antara kebijakan dan struktur harga keekonomian, yang pada akhirnya menghambat investor dalam menanamkan modal pada proyek EBT.

Kadin mengusulkan agar pemerintah memberikan insentif fiskal untuk mendukung investasi di sektor energi hijau, seperti pemberian tax holiday selama 15 tahun untuk menarik lebih banyak investor.

Dua tantangan lainnya adalah pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang tersedia untuk dana dan kebijakan yang berdampak pada keekonomian program energi hijau. Menurut Kadin, penting bagi pemerintah untuk mencari solusi untuk mengatasi gap antara kebijakan yang ada dan potensi ekonomi dari energi hijau.

Kadin berharap agar langkah-langkah strategis yang lebih konkret dapat diambil untuk mendorong pertumbuhan sektor energi hijau di Indonesia, guna mendukung transisi energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

spot_img