Kemenperin dan Toyota Kolaborasi Bangun Industri Hijau

Tangerang, 17 Februari 2025 – Pemerintah Indonesia bersama pelaku industri dan akademisi terus bersinergi dalam upaya mencapai target net zero emission melalui pemanfaatan energi terbarukan. Salah satu sektor yang mengalami kemajuan signifikan adalah industri otomotif, khususnya kendaraan bermotor (KBM), yang menunjukkan peningkatan angka penjualan kendaraan jenis xEV (Hybrid, PHEV, dan BEV) sebesar 60% di tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Ini membuktikan adanya peningkatan minat dan kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menyatakan bahwa dekarbonisasi melalui inovasi teknologi dan konsep industri hijau merupakan hal yang mutlak dilakukan saat ini. Menurutnya, potensi untuk mencapai carbon neutrality dan net zero karbon sudah bisa diwujudkan, tidak hanya melalui industri hijau, tetapi juga melalui berbagai langkah strategis lainnya.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Subsidi BBM untuk Ojol

Toyota Indonesia mengambil langkah penting dalam mendukung upaya ini dengan meluncurkan program netralisasi karbon melalui acara bertajuk “Beyond Zero: Carbon Neutrality (CN) Mobility Event” yang digelar di Jakarta pada 12 Februari 2025. Dalam acara ini, Toyota menunjukkan komitmennya dalam transisi menuju industri otomotif yang lebih ramah lingkungan, dengan harapan dapat mengurangi dampak negatif karbon terhadap lingkungan.

Setia Diarta mengapresiasi langkah Toyota yang tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk membangun ekosistem industri yang berkelanjutan dan berdaya saing global. Ia berharap Toyota akan terus memperkenalkan teknologi baru yang menghasilkan emisi rendah dan terus berinovasi dalam menghadapi tantangan dekarbonisasi.

Masahiko Maeda, CEO Toyota untuk wilayah Asia, menekankan bahwa Toyota berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan Indonesia dengan memainkan peran aktif dalam industri otomotif dan pengembangan rantai pasoknya. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam mewujudkan strategi teknologi multi-pathway yang sejalan dengan upaya pengurangan emisi karbon.

Acara yang berlangsung hingga 15 Februari 2025 ini juga memperkenalkan berbagai kendaraan ramah lingkungan, seperti kendaraan beremisi rendah dan teknologi tinggi, yang menggunakan bahan bakar ramah lingkungan. Konsep Beyond Zero ini tidak hanya mencakup kendaraan berbasis biofuel dan flexy-fuel, tetapi juga hybrid electric vehicles (HEV), battery electric vehicles (BEV), dan hydrogen fuel cell technology.

Sebagai bagian dari kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), acara ini juga menjadi momentum untuk menyukseskan Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025. AIGIS akan mengangkat isu terkait penggunaan energi dan transformasi industri hijau, dengan diharapkan dapat memperkuat komitmen Indonesia dalam mencapai dekarbonisasi industri nasional.

Baca juga: Purworejo Expo 2025 Ajang UMKM Naik Kelas

Toyota dan Kemenperin berharap melalui kolaborasi strategis ini, Indonesia dapat lebih maju dalam mewujudkan ekosistem industri yang hijau, rendah karbon, dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

spot_img