Tangerang, 10 April 2026 – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia resmi memulai (kick-off) Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I Tahun 2026 yang diikuti lebih dari 10 ribu peserta dari lulusan SMA dan SMK sederajat. Program ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai upaya strategis meningkatkan kesiapan tenaga kerja dalam memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.
Peluncuran program dipusatkan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (8/4/2026). Acara tersebut dibuka langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, didampingi Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Direktur Jenderal Binalavotas Darmawansyah, serta Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe.
Dalam sambutannya, Yassierli menegaskan bahwa pelatihan vokasi menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja. Sepanjang tahun 2026, program ini menargetkan sebanyak 70.000 peserta yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Untuk Batch I dimulai serentak sejak 1 April 2026. Antusiasme masyarakat terhadap program ini juga cukup tinggi, dengan total 29.850 pendaftar melalui platform Skillhub pada tahap pertama,” ujar Yassierli.
Baca juga: 73 Lulusan Vokasi Kemenperin Langsung Diterima Kerja Di PT Mayora
Dari jumlah pendaftar tersebut, sebanyak 10.405 peserta dinyatakan lolos, yang terdiri dari 5.833 orang melalui jalur seleksi umum dan 4.572 orang melalui jalur kerja sama afirmatif dengan mitra industri dan masyarakat. Para peserta tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD di berbagai daerah.
Yassierli menambahkan, pelaksanaan pelatihan secara serentak ini bertujuan untuk memberikan akses yang lebih adil dan merata bagi seluruh pencari kerja di Indonesia. Dengan sistem terpusat, setiap peserta memiliki peluang yang sama untuk meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Program ini juga dirancang secara inklusif, termasuk membuka kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas. Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang setara dan berkeadilan.
Lebih dari sekadar jumlah peserta, program ini juga menunjukkan hasil konkret. Sekitar 50 persen peserta pada batch pertama telah memiliki komitmen penempatan kerja setelah menyelesaikan pelatihan. Hal ini mencerminkan kuatnya keterkaitan antara pelatihan vokasi dengan kebutuhan dunia industri.
Baca juga: Program Campuspreneur Dorong UMKM Mahasiswa Masuk Ritel Modern
Selain itu, peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas pendukung seperti pelatihan gratis, makan siang selama pelatihan, bantuan transportasi, perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, sertifikat pelatihan, serta sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Untuk pelatihan tertentu, peserta juga difasilitasi dengan asrama.
Direktur Jenderal Binalavotas, Darmawansyah, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja. Menurutnya, pelatihan vokasi yang terintegrasi akan mampu mengurangi tingkat pengangguran, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing angkatan kerja Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa proses pendaftaran dan seleksi dilakukan secara transparan, inklusif, dan non-diskriminatif melalui platform Skillhub. Dengan sistem ini, seluruh proses dapat dipantau secara terbuka oleh masyarakat.
Dengan pendekatan yang semakin terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan industri, Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperluas kesempatan kerja di Indonesia.


