Tangerang, 9 Maret 2026 — Indonesia kembali menunjukkan kekuatan industrinya di panggung internasional melalui penyelenggaraan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026, pameran furnitur dan kerajinan business to business (B2B) terbesar di kawasan Asia Tenggara. Pameran yang diselenggarakan oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bersama Dyandra Promosindo ini berlangsung pada 5–8 Maret 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City dan berhasil menarik perhatian pelaku industri global.
Selama empat hari penyelenggaraan, IFEX 2026 mencatatkan kehadiran sebanyak 13.437 buyers dan pengunjung dari berbagai negara, dengan nilai transaksi on the spot mencapai 300 juta dolar AS. Pencapaian tersebut menegaskan posisi IFEX sebagai platform perdagangan internasional yang strategis bagi produsen furnitur Indonesia untuk memperluas jaringan pasar global sekaligus meningkatkan nilai ekspor nasional.
Baca juga: Industri Furnitur Indonesia Bidik Pasar Global 840 Miliar Dolar Melalui IFEX 2026
Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menilai bahwa antusiasme tinggi dari pasar global menunjukkan bahwa produk furnitur Indonesia memiliki daya saing yang kuat. Menurutnya, IFEX bukan hanya sekadar pameran dagang, tetapi telah berkembang menjadi platform bisnis global yang mempertemukan produsen furnitur Indonesia dengan pembeli internasional.
“IFEX terus berkembang menjadi platform bisnis global yang mempertemukan produsen furnitur Indonesia dengan buyers internasional. Antusiasme pengunjung dan capaian transaksi tahun ini menunjukkan bahwa furnitur Indonesia memiliki daya saing kuat di pasar global,” ujar Sobur dalam konferensi pers pada hari terakhir pameran.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menambahkan bahwa IFEX memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem industri furnitur yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa pameran ini menjadi ruang kolaborasi bagi produsen, desainer, buyers, dan pelaku bisnis untuk menjalin kemitraan baru serta mengeksplorasi peluang bisnis di masa depan.
“Lebih dari sekadar pameran dagang, IFEX telah berkembang menjadi platform business networking global bagi pelaku industri furnitur dan kerajinan,” jelas Daswar.
Berdasarkan data penyelenggara, China tercatat sebagai negara dengan jumlah buyers terbanyak yang menghadiri IFEX 2026. Negara tersebut diikuti oleh kawasan Uni Eropa, Australia, Amerika Serikat, India, Singapura, Jepang, dan Malaysia. Secara keseluruhan, buyers dari 86 negara hadir dalam pameran ini, menunjukkan tingkat kepercayaan internasional yang tinggi terhadap industri furnitur Indonesia.
Tidak hanya dari pasar internasional, minat pasar domestik juga menunjukkan tren positif. Sejumlah exhibitor melaporkan adanya kesepakatan kerja sama untuk proyek-proyek lokal, khususnya di sektor properti seperti hunian sewa jangka pendek dan konsep akomodasi modern. Produk berbahan alami seperti kayu solid, batu alam, dan serat alami menjadi salah satu kategori yang paling diminati, sejalan dengan meningkatnya tren wellness living yang menekankan kenyamanan dan kedekatan dengan alam.
Selain memberikan dampak langsung bagi industri furnitur, penyelenggaraan IFEX juga memberikan efek berganda terhadap sektor lain seperti logistik, transportasi, hingga industri perhotelan. Aktivitas bisnis yang terjadi sepanjang pameran mencerminkan dinamika perdagangan yang tinggi sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif Indonesia.
Ke depan, HIMKI bersama Dyandra Promosindo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan IFEX agar semakin sejajar dengan berbagai pameran furnitur kelas dunia. Peningkatan kualitas desain, keberlanjutan (sustainability), strategi pemasaran, serta inovasi produk menjadi fokus utama dalam mendorong pertumbuhan industri furnitur nasional.
Baca juga: Trade Expo Indonesia 2026 Siap Dongkrak Ekspor hingga USD 17,5 Miliar
“Kami percaya industri furnitur Indonesia masih memiliki peluang besar untuk terus bertumbuh. Dengan peningkatan kualitas produk serta promosi melalui pameran seperti IFEX, potensi peningkatan nilai ekspor akan semakin terbuka lebar,” pungkas Sobur.
Melalui IFEX, Indonesia tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pemain penting dalam industri furnitur global, tetapi juga mempertegas identitasnya sebagai pusat kreativitas desain dan craftsmanship yang mampu bersaing di pasar internasional.


