Tangerang, 27 Januari 2026 – Pesona produk UMKM Indonesia kembali mencuri perhatian dunia internasional melalui kehadiran Paviliun Indonesia di Toronto Market Week 2026, salah satu pameran dagang terbesar di Kanada untuk sektor dekorasi rumah, furnitur, dan mode. Pameran bergengsi ini berlangsung di The International Centre, Mississauga, Ontario, dan menjadi momentum strategis bagi Indonesia dalam memperluas penetrasi produk unggulan ke pasar Amerika Utara.
Paviliun Indonesia secara resmi dibuka oleh Konsul Jenderal RI Toronto, Vevie Damayanti, didampingi Atase Perdagangan RI Ottawa serta Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver. Dalam ajang ini, Indonesia menampilkan 95 produk terbaru dari enam UMKM unggulan, yakni Bali Handy, Maharani Craft, Raya Craft, CV Tashinda Putraprima, Mawar Ketak Lombok Art, dan Sheo Home Living. Koleksi tersebut melengkapi lebih dari 200 produk Indonesia yang sebelumnya telah sukses menembus pasar Kanada.
Baca juga: Kementerian UMKM Bersama IKPI Hadirkan Layanan Pajak untuk UMKM Naik Kelas
Seluruh produk yang dipamerkan dirancang khusus mengikuti selera konsumen Kanada, tanpa meninggalkan sentuhan inovasi dan kualitas khas Indonesia. Mulai dari vas bambu, keranjang rotan, lampu hias artistik, furnitur minimalis, hingga aksesori rumah tangga modern, semuanya dikurasi untuk memenuhi standar pasar global yang kompetitif.
Partisipasi Paviliun Indonesia merupakan hasil sinergi strategis antara perwakilan pemerintah RI di Kanada bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Bank BNI, dan Bank BRI. Vevie Damayanti menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan semangat program UMKM BISA Ekspor yang dicanangkan Kementerian Perdagangan sejak 2024.
“Kehadiran Paviliun Indonesia menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah kepada UMKM dalam memperluas akses pasar internasional dan membuka peluang ekspor berkelanjutan, khususnya ke Kanada,” ujar Vevie.
Sementara itu, Atase Perdagangan RI Ottawa, Mahdewi Silky, menyoroti peran vital UMKM dalam perekonomian nasional. Pada 2024, UMKM menyumbang 60,51 persen terhadap PDB Indonesia serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional. Namun kontribusinya terhadap ekspor baru mencapai 15,7 persen, sehingga masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan.
Ia optimistis implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) yang ditargetkan berlaku pada semester II 2026 akan mendorong lonjakan ekspor UMKM melalui tarif preferensial dan sistem perdagangan yang lebih terbuka.
Kepala ITPC Vancouver, Andri Satria Permana, menambahkan bahwa Toronto Market Week menjadi peluang emas untuk memposisikan produk Indonesia sebagai pilihan unggulan di pasar Kanada yang sangat kompetitif.
Dukungan juga datang dari pelaku bisnis diaspora, termasuk Hartati Suganda, Founder dan CEO Cantiq Living, yang mengapresiasi peran pemerintah dalam penyediaan market intelligence, kurasi vendor siap ekspor, hingga fasilitasi business matching.
Baca juga: Pertamina SMEXPO Percepat Pertumbuhan UMKM Menuju Pasar Internasional
Dari sisi perdagangan, hubungan Indonesia–Kanada menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD 4 miliar, naik 16,6 persen dibandingkan periode sebelumnya. Ekspor Indonesia ke Kanada tumbuh 9,6 persen, menandakan potensi pasar yang semakin terbuka bagi produk UMKM nasional.
Partisipasi Indonesia di Toronto Market Week 2026 membuktikan bahwa UMKM Tanah Air semakin siap bersaing di pasar global dan menjadi motor penggerak ekspor berkelanjutan.


