Tangerang, 22 Januari 2026 – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terbesar di Asia Tenggara. Berdasarkan data Kementerian UMKM, terdapat sekitar 30,19 juta UMKM yang menawarkan beragam produk unggulan di berbagai sektor. Di tengah persaingan yang semakin ketat, tantangan utama UMKM bukan hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas dan meningkatkan penjualan secara berkelanjutan.
Salah satu solusi strategis yang terbukti efektif adalah melalui ajang Pertamina SMEXPO (Small Medium Enterprise Expo). Program yang digagas PT Pertamina (Persero) ini menjadi ekosistem promosi UMKM yang menggabungkan marketplace digital SMEXPO.pertamina.com dengan pameran produk di berbagai kota di Indonesia. Melalui platform ini, UMKM binaan Pertamina mendapat ruang lebih luas untuk memperkenalkan produknya ke masyarakat nasional hingga internasional.
Baca juga: Business Matching Kemendag JETRO Buka Peluang Ekspor UMKM Ke Jepang
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa pengembangan UMKM merupakan bagian penting dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
“Pertamina SMEXPO terus dikembangkan menjadi platform inovatif untuk kemajuan UMKM lokal melalui kolaborasi strategis antar pelaku usaha, sekaligus mempertemukan UMKM dengan calon pembeli,” ujar Baron.
SMEXPO sendiri menjadi puncak dari rangkaian pembinaan UMKM Pertamina. Sebelumnya, para pelaku usaha mendapatkan berbagai fasilitas pengembangan, mulai dari pendampingan bisnis melalui UMK Academy, hibah alat produksi, hingga dukungan sertifikasi profesional. Langkah ini bertujuan mengubah usaha lokal menjadi pelaku bisnis profesional yang siap bersaing di pasar nasional dan global.
Salah satu kisah sukses datang dari Astuti, pemilik produk Cimeler (Cilok Meler). Usahanya konsisten mencatatkan penjualan tertinggi dan kini tengah dalam proses standarisasi BPOM untuk menembus pasar ekspor. Selain pendampingan perizinan, Astuti juga merasakan manfaat akses permodalan dari Pertamina.
“Pinjaman Modal Kerja melalui Dana PUMK Pertamina bunganya lebih ringan dibanding KUR perbankan biasa,” ungkapnya.
Kesuksesan serupa dirasakan Hendra Agustira, pemilik Ocien Snack. Setelah mengikuti Pertamina SMEXPO, penjualannya meningkat hingga 25–30 persen dan produknya mulai merambah pasar Eropa, setelah sebelumnya sukses di Jepang dan Australia.
Sementara itu, di sektor olahan pangan, Ngudiono dengan brand NanasQu mencatat lonjakan penjualan sekitar 20 persen. Berkat promosi digital terintegrasi dari Pertamina, produk olahan nanas asal Jawa Tengah ini berhasil menembus pasar Dubai dan Belanda, sekaligus meningkatkan popularitas di media sosial.
“Pertamina selalu mendorong kami untuk Go Global, Go Export, dan Go Online,” tutur Ngudiono.
Baca juga: Kementerian UMKM Bersama IKPI Hadirkan Layanan Pajak untuk UMKM Naik Kelas
Berbagai kisah sukses tersebut memperkuat peran Pertamina SMEXPO sebagai motor penggerak UMKM naik kelas. Program ini juga sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah Indonesia, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kewirausahaan dan ekonomi kreatif berbasis desa.
Dengan dukungan berkelanjutan dari Pertamina, UMKM Indonesia kian memiliki peluang besar untuk tumbuh, berdaya saing, dan menjadi tulang punggung ekonomi nasional di era digital.


