Inovasi Pertadex Pertamina Raih Penghargaan Internasional di IPITEX 2026

Tangerang, 20 Januari 2026 – PT Pertamina (Persero) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional melalui anak usahanya, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan. Inovasi unggulan pada formula produk Pertadex berhasil meraih apresiasi dari National Research Council of Thailand (NRCT) dalam ajang International Intellectual Property Invention Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2026 yang berlangsung pada 5–9 Januari 2026 di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC), Bangkok, Thailand.

Inovasi yang diusung KPI Unit Balikpapan berjudul “Boosting Low-Sulphur Diesel Output through New Fuel Formulation and Production-Line Modifications”. Inovasi ini berfokus pada pengembangan formula bahan bakar diesel bersulfur rendah Pertadex yang mampu menjadi solusi atas permasalahan komponen penyusun Avtur, bahan bakar pesawat terbang. Melalui terobosan tersebut, Pertamina mampu meningkatkan produksi Pertadex tanpa mengorbankan komitmen pemenuhan Avtur.

Baca juga: Puncak Festival YouTuber Desa 2026 di Boyolali: Melahirkan Kreator Daerah dari Pelosok Negeri

General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, menyampaikan bahwa inovasi menjadi strategi penting perusahaan dalam menghadapi dinamika dan tantangan bisnis energi yang terus berkembang. Menurutnya, pencapaian ini mencerminkan budaya kerja inovatif yang melekat kuat di lingkungan Pertamina.

“Inovasi adalah bagian daripada strategi perusahaan untuk beradaptasi terhadap dinamika dan tantangan, baik dari dalam maupun luar organisasi. Keberhasilan ini membuktikan bahwa semangat pekerja dalam menghadirkan solusi nyata tidak pernah padam,” ujar Anto.

Secara kinerja, inovasi Pertadex memberikan dampak signifikan bagi perusahaan. Tercatat, inovasi ini menghasilkan lifting sebesar 1.629 ribu barel dan berkontribusi pada peningkatan profit perusahaan hingga USD 7,2 juta pada tahun 2022. Selain itu, efisiensi operasional juga tercapai melalui percepatan waktu produksi dari 10,5 hari menjadi 7,8 hari. Dari sisi lingkungan, inovasi ini mampu menekan emisi karbon hingga 1.399 ton CO₂ per tahun, sejalan dengan komitmen keberlanjutan Pertamina.

Atas keunggulan tersebut, KPI Unit Balikpapan meraih Gold Medal, penghargaan Invention Presentation, serta Exhibiting Valuable Invention dari NRCT. Penghargaan diserahkan langsung oleh Executive Director NRCT, Wiparat De-ong. Tak hanya itu, para inovator Pertamina juga menerima Special Award dari Association of Polish Inventors and Rationalizers (API&R) Polandia, yang diserahkan langsung oleh CEO API&R, Michal Szota.

Inovasi ini sebelumnya juga telah meraih penghargaan Platinum, predikat tertinggi pada ajang internal Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2025. Tim inovator yang tergabung dalam Project Collaboration Improvement (PC-Prove) FOMO-DEX diketuai oleh Adimas Prasetyaaji bersama anggota tim lainnya, dengan pendampingan fasilitator Ferdana Eldriansyah.

Baca juga: Mendag Budi Santoso Resmikan Kantor Pusat ATTEC Perkuat Ekspor Indonesia di Asia

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa penghargaan internasional ini menjadi bukti kapabilitas perwira Pertamina yang mampu bersaing di tingkat global. Menurutnya, inovasi FOMO-DEX sangat strategis karena tidak hanya menciptakan nilai tambah finansial, tetapi juga mendukung target pengurangan emisi dan ketahanan energi nasional.

Dengan diraihnya penghargaan di IPITEX 2026, PT KPI Unit Balikpapan semakin menegaskan posisinya sebagai perusahaan kilang yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Prestasi ini sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam peta inovasi energi dunia, di tengah partisipasi 883 inovasi dari 24 negara yang ambil bagian dalam IPITEX 2026.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

spot_img