Tangerang, 05 April 2025 – Setelah meraup keuntungan besar selama Ramadan dan Lebaran, banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini menghadapi tantangan besar: penurunan permintaan yang signifikan. Pasca-Lebaran, banyak UMKM yang menikmati lonjakan penjualan tiba-tiba harus berhadapan dengan penurunan omzet akibat perubahan pola konsumsi masyarakat yang cenderung menahan pengeluaran mereka. Lantas, bagaimana UMKM dapat tetap bertahan dan berkembang dalam situasi ini?
Selama Ramadan dan Lebaran, sektor-sektor seperti makanan, fashion, dan ritel sering kali mengalami lonjakan penjualan. Namun, setelah periode tersebut berakhir, masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran mereka, yang berimbas pada penurunan permintaan untuk berbagai produk dan layanan. Untuk itu, diperlukan strategi yang tepat agar UMKM tetap dapat bertahan dan bahkan berkembang di tengah tantangan ini.
Baca juga: Koperasi Buleleng Menghadapi Era Digital dengan Inovasi Koperasi Pintar (KOPI)
Direktur Utama Moladin Finance Indonesia (MOFI), Mulyadi, menjelaskan bahwa masa pasca-Lebaran merupakan periode krusial bagi UMKM. Menurutnya, “Mengandalkan model bisnis tradisional saja dapat membatasi potensi pertumbuhan. Diversifikasi pendapatan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis,” ujar Mulyadi dalam siaran pers yang diterima pada Rabu, 2 April 2025.
Baca juga: GeTI Incubator Selenggarakan Program Wirausaha Digital untuk Pemuda
Strategi UMKM Agar Tetap Bertahan dan Berkembang
- Perluasan Lini Produk atau Layanan
UMKM sebaiknya tidak hanya bergantung pada satu jenis produk. Perluasan lini produk atau layanan yang sesuai dengan tren pasar akan sangat membantu. Sebagai contoh, usaha kuliner dapat menambahkan menu sehat atau menawarkan layanan katering harian untuk menjaga pendapatan tetap stabil.Â
2. Maksimalkan Pemasaran Digital
Di era digital seperti sekarang, keberadaan online bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban. UMKM perlu memanfaatkan platform e-commerce, media sosial, hingga layanan pesan antar untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Pemasaran digital yang efektif dapat meningkatkan engagement dan membantu menarik lebih banyak pelanggan.
3. Bangun Kemitraan yang Menguntungkan
Kolaborasi atau kemitraan dengan bisnis lain bisa menjadi strategi cerdas untuk meningkatkan daya saing. Misalnya, usaha fashion bisa menggandeng produsen aksesori untuk membuat paket bundling yang menarik bagi pelanggan. Hal ini dapat meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar.
4. Akses Pembiayaan yang Fleksibel
Pendanaan yang tepat sangat penting dalam mempertahankan dan mengembangkan usaha. MOFI, yang berada di bawah Moladin Group dan telah berizin serta diawasi oleh OJK, menawarkan solusi keuangan fleksibel yang dapat membantu UMKM untuk tumbuh. Dengan akses pembiayaan yang lebih mudah, UMKM bisa lebih siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada.
Membangun Fleksibilitas dan Inovasi
Dalam dunia usaha yang dinamis, fleksibilitas dan inovasi adalah kunci utama. Dengan menerapkan strategi diversifikasi produk, digitalisasi pemasaran, kemitraan strategis, serta akses pembiayaan yang fleksibel, UMKM dapat menjaga kestabilan usaha, meningkatkan daya saing, dan menciptakan peluang pertumbuhan yang lebih luas di tengah tantangan ekonomi pasca-Lebaran.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan UMKM dapat terus berkembang dan tetap relevan di pasar yang semakin kompetitif, meski di tengah perubahan kondisi ekonomi.