Tangerang, 05 April 2025 – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi digital, koperasi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Buleleng, dituntut untuk beradaptasi agar tetap relevan dan berdaya saing. Menyikapi hal ini, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DisdagperinkopUKM) Kabupaten Buleleng menggelar talkshow bertema “Melalui Transformasi Digital, Kita Wujudkan Koperasi Buleleng yang Modern dan Berdaya Saing” di Gedung PLUT Buleleng pada Kamis (3/4/2025). Acara ini dihadiri oleh 70 pengurus koperasi aktif dari berbagai sektor usaha di Buleleng.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber berkompeten dihadirkan, antara lain Kepala DisdagperinkopUKM Buleleng, perwakilan Dekopinda Buleleng, serta pakar teknologi dari PT. Blockchain Technology Nusantara dan DCA Communication. Mereka memberikan wawasan tentang pentingnya transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan koperasi.
Baca juga: GeTI Incubator Selenggarakan Program Wirausaha Digital untuk Pemuda
Kepala DisdagperinkopUKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta, menekankan bahwa transformasi digital bukan hanya sekadar tren, tetapi merupakan kebutuhan mendesak bagi koperasi agar dapat terus berinovasi dan bersaing di era digital. Saat ini, dari 419 koperasi aktif di Buleleng, tercatat ada 81 koperasi yang tidak aktif. Oleh karena itu, Sudiarta mengungkapkan perlunya langkah konkret untuk mendorong koperasi agar lebih berkembang dan memberikan manfaat yang optimal bagi anggotanya.
“Digitalisasi adalah langkah yang harus diambil oleh koperasi agar lebih efisien, modern, dan berdaya saing. Koperasi harus mampu menguasai data dan informasi serta memberikan layanan yang prima agar tetap relevan,” ujar Sudiarta.
Sudiarta juga mengungkapkan tantangan utama yang dihadapi koperasi di Buleleng, yakni peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Untuk itu, ia menekankan pentingnya koperasi beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan terus mengembangkan inovasi guna memberikan manfaat maksimal bagi anggotanya.
Baca juga: Dari 16 Tahun, Farid Berhasil Membangun Bisnis Souvenir yang Viral
Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam acara ini adalah aplikasi Koperasi Pintar (KOPI). Aplikasi ini memiliki berbagai manfaat, seperti efisiensi administrasi, mengurangi pekerjaan manual dalam pencatatan keuangan dan pengelolaan anggota, serta keamanan data yang berbasis blockchain. Dengan adanya sistem ini, koperasi dapat menyimpan data secara aman dan transparan, serta mempermudah pembuatan laporan keuangan melalui otomatisasi. Selain itu, aplikasi KOPI juga memungkinkan koperasi melakukan transaksi digital secara praktis.
Teknologi blockchain yang diperkenalkan dalam talkshow ini juga menjadi solusi untuk meningkatkan transparansi dan keamanan data koperasi. Sistem ini memungkinkan pencatatan transaksi yang tidak dapat diubah, sehingga meningkatkan kepercayaan anggota terhadap pengelolaan keuangan koperasi.
DCA Communication juga memberikan paparan mengenai strategi komunikasi digital yang dapat membantu koperasi dalam memasarkan produk dan layanan mereka melalui platform online.
Program Koperasi Pintar (KOPI) ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Koperasi dan UKM untuk mempercepat digitalisasi koperasi di seluruh Indonesia. Melalui program ini, DisdagperinkopUKM Buleleng berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan kepada koperasi agar dapat berkembang menjadi koperasi modern yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital.
“Kami bersama mitra strategis akan terus mendorong koperasi-koperasi di Buleleng untuk maju dan berkembang, agar bisa memberikan kontribusi lebih besar dalam perekonomian digital,” pungkas Sudiarta.