Go Digital ASEAN Dorong 30 Juta UMKM Indonesia Go Digital

Tangerang, 03 April 2025 – Inisiatif Go Digital ASEAN yang digagas oleh The Asia Foundation, dengan dukungan dari Google.org dan Komite Koordinasi ASEAN untuk UMKM, telah mencapai tonggak penting dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia untuk beradaptasi dengan perkembangan era digital. Sejak diluncurkan, program ini telah memberikan pelatihan digital gratis kepada lebih dari 36.000 individu dan pelaku UMKM, membekali mereka dengan keterampilan yang sangat penting untuk mengembangkan usaha mereka di dunia digital.

Baca juga: AQUA Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal dan Naik Kelas

Pada tahun 2023, Indonesia tercatat memiliki lebih dari 64 juta UMKM yang menjadi pilar utama perekonomian nasional. Sektor ini memainkan peran yang sangat signifikan dalam penciptaan lapangan kerja serta pertumbuhan ekonomi. Saat ini, sekitar 70% UMKM telah memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, sementara 61% menggunakannya untuk berinteraksi dengan pelanggan. Transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda agar bisnis mereka tetap kompetitif di pasar yang semakin berkembang.

Hannah Najar, Manajer Program Regional Go Digital ASEAN, menegaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan keterampilan dasar dalam dunia digital, tetapi juga memberikan alat yang dibutuhkan oleh UMKM untuk bersaing dalam ekonomi modern. Dengan penetrasi internet yang mencapai 69% di Indonesia, akses terhadap keterampilan digital menjadi hal yang sangat penting bagi para pelaku usaha untuk mengoptimalkan potensi bisnis mereka secara online.

Baca juga: Dimulai dengan Modal Terbatas, Kini Dimsam Ketandan Punya 10 Cabang

Salah satu kisah sukses dari program ini datang dari Nafa Nurfaizah, seorang pengusaha kue dari Pandeglang, Banten. Setelah mengikuti pelatihan, ia mampu mengembangkan usahanya dengan meningkatkan produksi dari 100 potong kue menjadi 200 potong per hari, serta meningkatkan keuntungan harian dari Rp30.000 menjadi Rp100.000. Kisah sukses lainnya datang dari Natalia Sarira Geghi di Kupang, yang bisnis buket camilannya turut berkembang pesat berkat keterampilan digital yang dipelajarinya dalam program ini.

Tiga Segmen Pelatihan dalam Program Go Digital ASEAN

Program Go Digital ASEAN mencakup tiga segmen pelatihan utama, yaitu:

  1. Go Digital: Memberikan keterampilan dasar untuk UMKM dalam mengadopsi platform online.

  2. Grow Digital: Menyediakan keterampilan lanjutan seperti e-commerce, keamanan siber, dan adopsi kecerdasan buatan (AI).

  3. Explore Digital: Menghubungkan pelaku usaha melalui webinar regional untuk kolaborasi lintas negara.

Sejak peluncurannya pada 2020, lebih dari 225.000 UMKM dan pekerja dari komunitas yang kurang terlayani di kawasan ASEAN telah mengikuti pelatihan ini, dengan fokus khusus pada pemberdayaan perempuan dalam ekonomi digital. Di Indonesia, pemerintah menargetkan 30 juta UMKM dapat go digital pada 2024, dan hingga Desember 2023, sekitar 27 juta UMKM telah beralih ke platform digital.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin, menyatakan optimisme bahwa target tersebut akan tercapai melalui edukasi digital yang berkelanjutan serta sinergi dengan platform e-commerce dan fintech.

Selain itu, digitalisasi UMKM juga mempercepat inklusi keuangan di Indonesia. Hingga Juli 2024, sebanyak 32 juta merchant telah menggunakan QRIS, dan 95% di antaranya berasal dari UMKM. Hal ini mempercepat transaksi dan meningkatkan efisiensi operasional bisnis mereka.

Namun, meskipun adopsi digital terus berkembang pesat, masih ada tantangan yang perlu diatasi, seperti infrastruktur digital yang belum merata, literasi teknologi yang perlu ditingkatkan, serta akses terhadap pendanaan. Oleh karena itu, upaya berkelanjutan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar semua UMKM, termasuk yang berada di daerah terpencil, bisa memaksimalkan manfaat dari transformasi digital ini.

Dengan adanya program Go Digital ASEAN, diharapkan UMKM Indonesia semakin siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di dunia digital untuk pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

spot_img