Tangerang, 28 Maret 2025 – Digitalisasi telah membawa perubahan signifikan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Hal ini terbukti dari kisah sukses Hasan dan Raka, dua pelaku UMKM yang berhasil memperluas pasar hingga mancanegara berkat dukungan platform digital. Digitalisasi Dorong UMKM Indonesia Sukses Ekspor Produk.
Hasan, pemilik usaha busana muslim “Kawan Muslim” yang berlokasi di Banjar, Jawa Barat, memulai usahanya pada 2020. Meskipun awalnya produk yang dijual tidak begitu laku, Hasan tidak menyerah. Di awal perjalanan bisnisnya, “Kawan Muslim” hanya berhasil menjual sekitar 10 hingga 20 busana per bulan, meskipun ia sudah memanfaatkan media sosial untuk promosi. Namun, penjualan sering terkendala karena banyak konsumen yang bertanya apakah produk tersebut tersedia di marketplace. Digitalisasi Dorong UMKM Indonesia Sukses Ekspor Produk.
Baca juga: GoPay Perkenalkan Pembayaran Digital di Terminal Kalideres untuk Mudik 2025
Pada akhir 2020, Hasan memutuskan untuk bergabung dengan platform marketplace Shopee. Keputusan ini terbukti efektif, karena dengan masuk ke Shopee, penjualannya meningkat pesat. Kini, “Kawan Muslim” dapat menjual 60 hingga 80 busana per bulan, bahkan meningkat drastis hingga ratusan busana per bulan saat Ramadhan. Selain itu, digitalisasi juga memungkinkan “Kawan Muslim” untuk merambah pasar internasional. Saat ini, produk busana muslimnya telah diekspor ke Malaysia.
Tak hanya peningkatan penjualan domestik, digitalisasi juga berkontribusi pada kenaikan omset usaha Hasan sebesar 30%. Peningkatan ini juga memungkinkan Hasan untuk memperbesar usaha dengan menambah pekerja dari dua orang menjadi delapan orang, yang kini terdiri dari lima penjahit dan tiga orang yang mengurus packaging serta administrasi marketplace.
Baca juga: Strategi Penjualan Terbaik di Shopee dan TikTok Menurut Om Botak
Kisah serupa juga dialami oleh Raka, pemilik UMKM “Ladang Lima,” yang memproduksi tepung mocaf dari singkong lokal. Berawal dari kegelisahan melihat singkong yang hanya diolah menjadi makanan tradisional, Raka mendirikan “Ladang Lima” pada 2013. Namun, usaha ini sempat hampir gulung tikar pada 2014 akibat kesulitan memasarkan produk. Berkat keuletan dan keberanian untuk mencoba berbagai inovasi produk, seperti membuat kue kering dan mie instan berbahan tepung mocaf, Raka akhirnya menemukan pasar yang menerima produknya.
Seperti Hasan, Raka pun memanfaatkan digitalisasi dengan bergabung ke Shopee pada 2020. Berkat keberadaan di platform marketplace, produk “Ladang Lima” kini lebih mudah diakses konsumen, dan distribusinya pun menjadi lebih efisien. Usahanya pun berkembang pesat, bahkan kini “Ladang Lima” sudah melakukan ekspor ke China, Australia, dan Korea Selatan.
Radynal Nataprawira, Head of Public Affairs Shopee Indonesia, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya mendukung perluasan ekspor produk UMKM melalui Program Shopee Ekspor. Program ini telah berhasil membantu lebih dari 50 juta produk UMKM Indonesia untuk dipasarkan di berbagai negara, seperti di Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika Latin. “Kami bekerja sama dengan pemerintah dan mitra strategis untuk membantu produk UMKM Indonesia menjangkau pasar global,” ujar Radynal.
Melalui digitalisasi dan kemudahan yang diberikan oleh platform marketplace seperti Shopee, UMKM Indonesia kini memiliki peluang untuk berkembang lebih pesat dan menembus pasar global, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan perekonomian lokal. Inilah bukti bahwa dengan memanfaatkan teknologi digital, UMKM Indonesia dapat bersaing di pasar internasional dan mengangkat produk lokal ke dunia.