Tangerang, 18 Februari 2025 – Pemerintah Indonesia menempatkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional pada tahun 2025. Dengan sinergi digital proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen pada tahun ini dan target mencapai 8 persen dalam lima tahun ke depan, peran UMKM dianggap sangat penting dalam pencapaian target ekonomi tersebut.
Menteri Usaha Kecil Menengah (UKM) Maman Abdurrahman menekankan bahwa peran UMKM sangat strategis dalam menopang perekonomian. Ia optimistis, jika sektor UMKM berkembang pesat, dampak positifnya akan dirasakan di berbagai sektor lainnya. “Jika pelaku UMKM kita semakin maju, seluruh aspek perekonomian Indonesia juga akan ikut tumbuh dan berkembang,” ujar Maman saat menghadiri diskusi ekonomi di Jakarta.
Baca juga: Transformasi Bisnis Kerajinan Tangan dengan Teknologi Digital
UMKM semakin mendapat perhatian setelah terbukti mampu bertahan selama pandemi COVID-19 dan menjadi sektor yang penting dalam pemulihan ekonomi. Pakar ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, menilai bahwa inovasi dan pemanfaatan sinergi digital menjadi kunci untuk mendorong UMKM agar terus berkembang. Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk mempercepat proses tersebut.
Digitalisasi Membuka Peluang Baru untuk UMKM
Perkembangan teknologi dan pesatnya adopsi e-commerce membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk memperluas pasar. Farah Fitria Rahmawati, Direktur Digital Business Peruri, menjelaskan bahwa transformasi digital memungkinkan UMKM untuk mengakses pasar global, bukan hanya pasar lokal. “Pemanfaatan teknologi digital dapat mempercepat pertumbuhan UMKM dan membuka peluang besar untuk menjangkau pelanggan di seluruh dunia,” ujar Farah.
Baca juga: ASDP Terkoneksi dengan UMKM Lewat Program Penanaman Pohon
Adaptasi digital ini juga terlihat di pusat perdagangan besar, seperti Pasar Tanah Abang, di mana pedagang yang sebelumnya mengandalkan penjualan tatap muka kini mulai memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial. Bahkan, penggunaan live streaming untuk menarik pelanggan juga semakin marak. Maman Abdurrahman menilai bahwa langkah tersebut sangat cerdas agar UMKM tetap bisa bersaing di era digital.
Pemerintah juga memberikan perhatian pada regulasi terkait e-commerce, agar biaya transaksi tidak memberatkan pelaku UMKM. “Kami memastikan biaya transaksi di platform e-commerce tetap terjangkau, sehingga UMKM tidak terbebani,” jelas Maman.
Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor
Tak hanya digitalisasi, pemerintah juga tengah mendorong UMKM untuk merambah pasar internasional. Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri BUMN Erick Thohir tengah merancang sinergi lintas kementerian untuk memperluas akses UMKM ke pasar ekspor. Program “UMKM Bisa Ekspor” menjadi langkah konkret untuk membuka pasar global bagi produk-produk lokal.
Erick Thohir mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan BUMN bisa menjadi jembatan agar UMKM Indonesia dapat bersaing di kancah global. “Platform khusus UMKM yang telah berjalan selama lima tahun terakhir sudah melibatkan lebih dari 55 ribu UMKM dengan total transaksi mendekati Rp 50 triliun,” ujar Erick.
Pemerintah berharap bahwa dengan adanya inovasi, digitalisasi, dan sinergi lintas sektor, UMKM Indonesia dapat terus berkembang dan berkontribusi besar dalam perekonomian nasional. Inisiatif ini diyakini akan membuka peluang yang lebih luas bagi UMKM Indonesia untuk “naik kelas” dan menjadi kekuatan perekonomian Indonesia yang lebih maju di masa depan.