Kementerian UMKM Perkuat UMKM Terdampak Bencana Lewat Program Makan Bergizi Gratis

Tangerang, 14 April 2026 – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mempercepat pemulihan ekonomi pelaku UMKM yang terdampak bencana di wilayah Sumatera melalui berbagai langkah strategis. Salah satu upaya yang kini diperkuat adalah peningkatan keterlibatan pengusaha UMKM dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat rantai pasok pangan nasional.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, menyampaikan bahwa bertambahnya jumlah dapur dalam program MBG secara otomatis meningkatkan kebutuhan terhadap pemasok bahan pangan dan produk pendukung operasional dapur. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi UMKM untuk mengambil peran sebagai pemasok utama.

Baca juga: Transaksi UMKM BISA Ekspor Tembus USD 23,60 Juta Pada Triwulan I 2026

“Hal ini menuntut hadirnya pengusaha UMKM yang sehat, kuat, dan berdaya saing, dengan kemampuan menyediakan produk-produk berkualitas,” ujar Riza saat membuka Workshop Pengembangan Kapasitas Produksi Usaha Mikro Afirmatif Terdampak Bencana dan Peningkatan Kapasitas Usaha Mikro Mendukung Makan Bergizi Gratis di Provinsi Sumatera Barat secara virtual, Rabu (8/4).

Menurut Riza, program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana, sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro agar mampu memenuhi standar kebutuhan dapur MBG secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan workshop tersebut, pemerintah juga mendorong agar setiap dapur MBG menerapkan kebijakan afirmatif dalam proses pengadaan. Artinya, dapur MBG diharapkan lebih mengutamakan pembelian produk lokal dari pengusaha UMKM, terutama yang berada di wilayah terdampak bencana.

“Melalui workshop ini diharapkan lahir pengusaha UMKM unggul sebagai pemasok yang kuat dan berdaya saing, siap memenuhi kebutuhan dapur serta menjalin kerja sama dengan SPPG di seluruh Indonesia, khususnya di Sumatera Barat,” jelas Riza.

Workshop ini diikuti oleh sekitar 200 pengusaha UMKM sektor pangan, pelaku operasional pendukung dapur, serta pengusaha UMKM afirmatif. Kegiatan ini menjadi rangkaian kedua dari program Perluasan Keterlibatan UMKM dalam Makan Bergizi Gratis, setelah sebelumnya dilakukan melalui webinar.

Tahapan program tidak berhenti di workshop saja. Para peserta akan mengikuti proses kurasi untuk melanjutkan ke pelatihan dan pendampingan lanjutan. Selanjutnya, mereka akan diarahkan menuju tahap temu mitra atau business matching dengan SPPG di wilayah Sumatera Barat.

Riza menegaskan bahwa ke depan, pelaku UMKM diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam mendukung program strategis nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara Kementerian UMKM, Badan Gizi Nasional, dan pemerintah daerah, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, pemenuhan standar keamanan pangan, hingga penguatan tata kelola usaha.

Baca juga: Kenaikan Harga Plastik Picu Tren “Diet Plastik”, Dorong Konsumsi Lebih Hemat dan Berkelanjutan

Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk membangun ekosistem MBG yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, UMKM tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi dapat berkembang menjadi mitra strategis yang mampu menyediakan produk pangan aman, bergizi, dan berkualitas bagi masyarakat.

“Melalui sinergi antara dukungan afirmasi dan perluasan keterlibatan pengusaha UMKM dalam program MBG, diharapkan pengusaha UMKM terdampak bencana tidak hanya mampu bangkit, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan dan semakin berdaya saing,” pungkasnya.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

spot_img