Tangerang, 03 Maret 2026 – Menteri Perdagangan Budi Santoso menargetkan transaksi sebesar USD 17,5 miliar pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang digelar 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD.
Target tersebut meningkat setelah capaian TEI sebelumnya melampaui ekspektasi, yakni USD 22,83 miliar dari target USD 16,5 miliar. Pemerintah optimistis angka baru ini dapat terlampaui dengan persiapan yang lebih komprehensif.
Kemendag menerapkan strategi tiga tahap terintegrasi: business matching prapameran melalui perwakilan dagang RI di luar negeri, transaksi selama pameran, serta monitoring kontrak pascapameran. Skema ini memungkinkan potensi transaksi terjadi bahkan sebelum acara berlangsung.
Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 menegaskan posisi Indonesia sebagai pemasok produk manufaktur, agrikultur, dan teknologi berdaya saing global. Pameran ini menampilkan lima sektor unggulan: makanan dan pertanian, manufaktur, kawasan industri, fesyen dan kriya, serta furnitur dan dekorasi rumah, yang tersebar di 10 aula ICE BSD.
Baca juga: Regulasi Baru UMKM 2025 Buka Kesempatan UKM Masuk Industri Mineral Dan Batubara
Direktur PT Debindomulti Adhiswasti Vibiadhi Swasti Pradana menyebut pihaknya menyiapkan program buyer hospitality berupa 250 kamar hotel gratis bagi buyer internasional terkurasi. Promosi juga diperluas melalui kolaborasi dengan Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) dan Global Sourcing Expo untuk memperkuat jaringan buyer global.
Pelaku usaha menyambut positif penyelenggaraan TEI 2026. Perwakilan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan komitmennya kembali berpartisipasi dengan menghadirkan UMKM binaan agar semakin siap ekspor dan menembus pasar internasional.


