Kemenperin Perkuat Industri Baja Nasional Lewat Kolaborasi Dengan IISIA

Tangerang, 11 April 2026 – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya dalam memperkuat industri baja nasional sebagai salah satu sektor strategis penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penegasan ini disampaikan dalam acara pengukuhan pengurus The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) periode 2026–2030 yang berlangsung di Jakarta, Jumat (10/4).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa IISIA merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun struktur industri nasional yang kuat, khususnya dalam menciptakan industri baja yang mandiri, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan.

Baca juga: Kemendag Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Export Coaching Program

“Pemerintah memandang IISIA sebagai mitra penting dalam bersinergi untuk memperkuat industri baja nasional. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjawab tantangan global sekaligus mengoptimalkan peluang strategis ke depan,” ujar Menperin Agus dalam sambutannya.

Menurut Menperin, subsektor industri logam dasar, termasuk baja, menjadi salah satu motor utama penggerak perekonomian nasional. Pada tahun 2025, subsektor ini mencatat pertumbuhan signifikan hingga 15,71 persen. Kinerja tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan baja dari sektor pembangunan infrastruktur, industri manufaktur, hingga industri hilir yang menghasilkan produk bernilai tambah.

Tak hanya itu, Indonesia saat ini telah menempati posisi ke-13 sebagai produsen baja terbesar dunia dengan produksi mencapai sekitar 19 juta ton pada tahun 2025. Dalam enam tahun terakhir, produksi baja nasional juga terus tumbuh konsisten dengan rata-rata pertumbuhan mencapai sekitar 14 persen per tahun.

“Tren peningkatan produksi nasional ini menunjukkan fondasi industri yang semakin kuat, sekaligus membuka ruang yang besar untuk peningkatan kapasitas dan pendalaman industri baja nasional ke depan,” tuturnya.

Namun demikian, Menperin juga menyoroti sejumlah tantangan struktural yang masih dihadapi industri baja dalam negeri. Salah satu persoalan utama adalah rendahnya tingkat utilisasi industri baja yang masih berada pada kisaran 52,7 persen. Selain itu, Indonesia masih mengalami defisit pada produk antara dan produk hilir akibat tingginya ketergantungan impor bahan baku.

Tantangan lain juga datang dari kondisi global, seperti kelebihan kapasitas produksi baja dunia serta potensi praktik dumping yang dapat menekan industri nasional.

Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi penguatan industri baja nasional. Langkah tersebut mencakup perlindungan pasar domestik, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib, kebijakan energi melalui Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), penguatan program hilirisasi, peningkatan efektivitas kebijakan P3DN, serta pemberian insentif fiskal untuk menarik investasi.

“Pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi penguatan industri baja nasional,” tegas Menperin.

Dalam kesempatan yang sama, Chairman IISIA Muhamad Akbar menyampaikan komitmen kepengurusan baru untuk memperkuat peran IISIA sebagai wadah kolaborasi bagi pelaku industri baja nasional.

“Kami ingin IISIA menjadi rumah yang solid bagi seluruh pelaku industri baja, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan industri nasional. Industri baja bukan hanya sektor ekonomi, tetapi fondasi pembangunan bangsa,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Hadirkan Program Vokasi Nasional 2026 Untuk Tingkatkan Kompetensi Kerja

Ia menambahkan bahwa IISIA periode 2026–2030 akan membawa visi pengembangan ekosistem industri baja “Blue-Green”, yaitu berbasis inovasi sekaligus berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. IISIA juga bertekad meningkatkan solidaritas antaranggota serta memperkuat daya saing industri baja Indonesia di pasar global.

Melalui pengukuhan ini, Kemenperin berharap IISIA mampu memperluas kolaborasi lintas pemangku kepentingan, meningkatkan utilisasi kapasitas produksi nasional, serta mendorong substitusi impor demi memperkokoh kemandirian industri baja Indonesia.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

spot_img