Pemkot Surabaya Dorong Digitalisasi Koperasi UMKM Lewat Kolaborasi Internasional

Tangerang, 14 Januari 2026 – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong transformasi digital sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi daerah. Salah satu langkah strategis terbaru dilakukan melalui kolaborasi antara Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Universitas Kristen (UK) Petra, serta Singapore University of Technology and Design (SUTD). Kolaborasi internasional ini difokuskan untuk memperkuat sistem manajemen Koperasi Sumber Mulia Barokah (SMB) melalui digitalisasi berbasis teknologi.

Program ini melibatkan sekitar 60 mahasiswa dari UK Petra dan Singapura yang terjun langsung ke lokasi koperasi di Jalan Tambak Wedi, Surabaya. Para mahasiswa diajak membedah berbagai tantangan manajemen dan operasional yang selama ini dihadapi koperasi, mulai dari pencatatan stok bahan baku, proses produksi, hingga pemasaran produk yang masih dilakukan secara manual.

Baca juga: Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Menjaga Ekosistem Transportasi Online dan UMKM

Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemkot Surabaya dalam meningkatkan kelas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, Koperasi SMB adalah salah satu koperasi padat karya unggulan yang sukses memberdayakan warga kurang mampu dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

“Kami mengedepankan bentuk koperasi untuk menaungi UMKM jahit ini. Saat ini perkembangannya sangat baik, bahkan sudah menerima order di luar pemerintah. Namun, pengelolaan operasionalnya masih perlu sentuhan teknologi, khususnya dalam hal manajemen stok dan pemasaran,” ujar Mia, seperti dikutip dari siaran pers Humas Pemkot Surabaya, Selasa (13/1/2026).

Ia menambahkan, kerja sama dengan UK Petra menjadi penting untuk membangun aplikasi stokis dan sistem pemasaran digital agar alur pengelolaan barang, mulai dari bahan baku masuk hingga produksi selesai, tidak lagi bergantung pada pencatatan manual. Jika prototipe digitalisasi ini berhasil, Pemkot Surabaya berencana mereplikasinya ke UMKM lain di Kota Pahlawan. Langkah ini diyakini dapat meminimalkan risiko barang tercecer maupun kesalahan perhitungan yang kerap terjadi dalam sistem manual.

Sementara itu, Wakil Dekan 2 School of Business and Management UK Petra, Vido Iskandar, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar kunjungan akademik atau budaya. Metode yang digunakan adalah hackathon, di mana mahasiswa ditantang secara intensif selama dua hari untuk merancang solusi berbasis Machine Learning dan Data Visualization bagi kemajuan koperasi.

“Output dari program ini adalah prototipe berbasis web. Mahasiswa dari jurusan Bisnis dan Informatika bekerja sama membangun sistem manajemen koperasi berbasis data, sehingga pengambilan keputusan ke depan dapat dilakukan secara lebih akurat dan terukur,” jelas Vido.

Ia menyebutkan, terdapat tiga fokus utama pengembangan digitalisasi Koperasi SMB, yakni perbaikan sistem pencatatan internal, perluasan jangkauan pasar, serta persiapan pembukaan toko fisik atau stokis pada tahun 2026. Dengan pendekatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memberikan solusi nyata atas permasalahan yang dihadapi koperasi.

Ketua Koperasi SMB, Ucik Fatimatuzzahro, menyambut antusias kolaborasi tersebut. Dalam empat tahun terakhir, koperasi yang kini memiliki 111 anggota penjahit ini telah berkembang pesat, dari yang semula hanya memproduksi seragam sekolah hingga merambah produksi baju kerja, kaos, dan busana muslim.

Ucik menilai digitalisasi menjadi kebutuhan mendesak untuk memperluas jangkauan usaha. “Kami sangat terbatas dalam hal digitalisasi marketing dan manajemen. Kami berharap ada sistem seperti ‘rekam medis’ untuk setiap SDM, sehingga performa penjahit dan biaya tenaga kerja bisa tercatat dengan jelas. Dengan database digital, kami dapat menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) lebih efisien dan siap menembus pasar di luar Pulau Jawa,” ujarnya.

Dari sisi mahasiswa, Sebastian Yohan Setiadji, mahasiswa semester lima jurusan Data Science and Analytics UK Petra, mengatakan bahwa timnya akan merancang sistem manajerial yang mencakup manajemen stok serta basis harga dari supplier. Menurutnya, tantangan terbesar adalah memahami kebutuhan koperasi secara mendalam dan memperoleh data yang akurat.

Baca juga: Pertamina Perkuat Daya Saing UMKM Lewat Legalitas Dan Sertifikasi

“Kami berharap pihak koperasi terbuka memberikan data detail agar sistem yang dirancang benar-benar sesuai kebutuhan dan mampu mengelola stok serta proyek secara otomatis,” kata Sebastian. Ia juga menekankan pentingnya pelatihan lanjutan bagi para penjahit setelah prototipe selesai, agar digitalisasi benar-benar terimplementasi dan tidak kembali ke sistem manual.

Melalui kolaborasi ini, Pemkot Surabaya optimistis transformasi digital UMKM dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing koperasi lokal di tingkat nasional hingga internasional.

Latest articles

spot_imgspot_img

Related articles

spot_img