Tangerang, 08 Agustus 2025 – Dalam upaya mempercepat transisi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan, Forum Indonesia Green Connect (IGC) 2025 resmi digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB). Forum ini mempertemukan akademisi, industri, dan regulator dalam satu wadah kolaboratif untuk membahas penerapan dan pengembangan teknologi ramah lingkungan di Indonesia.
Direktur Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) ITB, R Sugeng Joko Sarwono, menjelaskan bahwa IGC 2025 bukan sekadar diskusi sektoral, tetapi menjadi ruang sinergi nasional. “Kami ingin teknologi hijau menjadi semangat kolaboratif antarpemangku kepentingan dalam ekosistem inovasi nasional,” ujarnya pada Kamis (7/8/2025) di Bandung.
Baca juga: UMKM Kota Tangerang Didorong Go Digital dan Tembus Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah
IGC 2025 hadir sebagai respons terhadap krisis iklim, degradasi lingkungan, dan target net zero emission Indonesia tahun 2060. Salah satu isu mendesak adalah pengelolaan sampah di wilayah urban, seperti Bandung dan kawasan Sungai Citarum. Meski tak dibahas secara khusus dalam forum ini, Sugeng menekankan pentingnya edukasi publik.
“Teknologi kita sudah siap, mulai dari insinerator hingga metode berbasis bakteri dan cacing. Namun tantangan utamanya adalah literasi masyarakat. Tanpa pemilahan sampah, pengolahan akan sulit,” tambahnya.
Syarif Riyadi, Founder & CTO ECADIN, menyatakan IGC menjadi momentum penting untuk menjembatani riset dengan kebijakan pemerintah dan kebutuhan industri. “Kami ingin teknologi menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan, sebagaimana diterapkan di negara maju,” jelasnya.
Acara ini merupakan kolaborasi antara ITB (DKST) dan ECADIN, serta menjadi bagian dari side event Kawasan Sains dan Teknologi Indonesia (KSTI) yang diinisiasi Kemendiktisaintek. Tak hanya dihadiri peneliti dan dosen, forum ini juga diikuti oleh CEO dan CTO industri yang aktif di bidang riset dan inovasi.
Baca juga: 1.000 Tokoh Bisnis Siap Bersinergi di Paper UNFOLD 2025, Dorong UMKM Go Digital
Pameran teknologi hijau juga digelar hingga Sabtu (9/8), memperlihatkan inovasi dari berbagai sektor.
Forum IGC 2025 diharapkan menjadi katalis kebijakan berbasis sains yang mendorong pertumbuhan ekonomi hijau lokal dan nasional. Ke depan, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin untuk memperkuat kontribusi kawasan sains dan teknologi dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.


